Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalteng

9 Putra Lamandau Diberangkatkan Kuliah Lewat Beasiswa SDM Sawit BPDP 2026

×

9 Putra Lamandau Diberangkatkan Kuliah Lewat Beasiswa SDM Sawit BPDP 2026

Sebarkan artikel ini
IMG 20260910 WA0061
BEASISWA - Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra melepas sembilan calon mahasiswa penerima Beasiswa SDM Sawit BPDP 2026. (Kalimantanpost.com/eko).

NANGA BULIK, Kalimantanpost.com – Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra melepas sembilan calon mahasiswa asal Kabupaten Lamandau penerima Beasiswa Sumber Daya Manusia (SDM) Sawit BPDP 2026, Kamis (10/9/2026).

Pelepasan tersebut didampingi Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lamandau Kuderon. Program beasiswa ini diharapkan menjadi peluang bagi generasi muda Lamandau untuk meningkatkan kompetensi dan kelak mengisi posisi strategis di sektor perkebunan kelapa sawit.

Kalimantan Post

Plt Kepala Dinas Pertanian Lamandau, Kuderon mengatakan, minat masyarakat terhadap program beasiswa SDM sawit terus meningkat setiap tahun. Menurutnya, semakin banyak putra-putri daerah yang berhasil lolos seleksi akan memperbesar peluang lahirnya tenaga profesional asal Lamandau.

“Setiap tahun semakin banyak yang berminat dan yang lolos. Harapannya, semakin banyak warga Lamandau yang nantinya mampu mengisi level manajer, asisten kebun hingga kepala kebun di perusahaan besar swasta,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua APEKSINDO Lamandau, Mesriadi mengatakan, keberangkatan sembilan mahasiswa tahun ini merupakan tahun ketiga Lamandau mengirimkan penerima beasiswa SDM Sawit.

Program tersebut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya APEKSINDO Kabupaten Lamandau, Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) Kalteng, NJO Solidaridat Kabupaten Lamandau, serta Dinas Pertanian Kabupaten Lamandau.

“Ini sudah tahun ketiga kita memberangkatkan anak-anak penerima beasiswa sawit dari Kabupaten Lamandau. Harapannya ke depan semakin banyak anak-anak Lamandau yang bisa ikut,” kata Mesriadi.

Menurutnya, beasiswa SDM Sawit BPDP memberikan fasilitas pendidikan yang cukup lengkap. Program tersebut menyediakan pilihan 42 kampus rujukan di seluruh Indonesia dengan jenjang pendidikan D1, D2, D4 hingga S1.

Penerima beasiswa juga mendapatkan sejumlah fasilitas, mulai dari biaya perjalanan, uang saku, laptop, uang buku, hingga dukungan biaya pendidikan. Uang buku dan kebutuhan bulanan disebut mencapai sekitar Rp2,3 juta per bulan, sesuai ketentuan program.

Baca Juga :  PT KTH Salurkan Bantuan Karhutla Lamandau

Mesriadi menjelaskan, pengajuan beasiswa dilakukan melalui sekolah tingkat SMA/SMK, kemudian peserta mengikuti proses seleksi hingga tingkat nasional. Tahun 2026, kuota beasiswa SDM Sawit secara nasional mencapai 5.000 penerima, sementara Lamandau mendapatkan sembilan orang.

Kondisi tersebut dinilai belum sebanding dengan posisi Lamandau sebagai salah satu daerah penghasil komoditas sawit. Karena itu, pihaknya mendorong adanya kuota khusus bagi Kabupaten Lamandau.

“Kita berharap ada kuota tersendiri untuk Lamandau. Minimal ke depan bisa mendapatkan 50 sampai 100 orang setiap tahun,” tegasnya.

Mesriadi juga menyebut sebagian penerima beasiswa dari tahun pertama dan kedua telah langsung bekerja setelah menyelesaikan pendidikan. Hal itu dimungkinkan karena BPDP telah menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan perkebunan di Kalteng maupun daerah lain yang siap menampung lulusan.

Selain penambahan kuota, APEKSINDO juga mendorong agar ke depan terdapat kampus rujukan BPDP di Kalteng. Saat ini, menurutnya, belum terdapat kampus rujukan program tersebut di Kalteng sehingga mahasiswa harus menempuh pendidikan ke luar daerah.

“Kita berharap mulai 2027–2028 ada kampus di Palangka Raya atau kota lain di Kalteng yang bisa menjadi kampus rujukan BPDP. Ini akan memudahkan anak-anak kita mengakses pendidikan,” ujarnya.

Ketua dan pengurus GPPI Kalteng ikut mendorong kedepannya dari setiap kabupaten agar bisa lolos beasiswa sawit ini dan siap membantu mensosialisasikan ke setiap kabupaten yang ada di Kalteng.

Para penerima beasiswa tersebut juga mendapat pendampingan dari guru pembimbing mandiri Budiono, S.P., serta perwakilan NJO Solidaridat, Noryanto.

Program beasiswa ini diharapkan tidak hanya membuka akses pendidikan bagi generasi muda, tetapi juga mencetak SDM lokal yang memiliki kompetensi untuk mengisi kebutuhan tenaga profesional di industri perkebunan kelapa sawit, khususnya di Kabupaten Lamandau. (ek/KPO-4)

Baca Juga :  Kalteng Kirim 80 Kafilah di MTQ Tingkat Nasional 2026 Semarang

Iklan
Iklan