Cabai Tembus Rp120 Ribu, ‘Rawit Menghilang’

BANJARMASIN, KP – Musim kemarau berkepanjangan 3 bulan terakhir ini mulai berdampak melambungnya harga-harga semua jenis cabai disejumlah pasar dari harga Rp90 ribu naik hingga mencapai Rp120 ribu/

Hj Yeni penjual makanan siap saji Jawa Timuran dikawasan Kayu Tangi menjelaskan, dalam semingguan ini harga cabai-cabaian terus bergerak naik setiap harinya padahal ia memerlukan cabai rawit dan cabai merah besar hingga sampai 5 kilo lebih setiap harinya.

” Saya ini jualan makanan siap saji Jawa Timuran yang lebih banyak pedasnya setiap menu yang disajikan sehingga memerlukan cabai berbagai jenis sangat banyak dengan harga naik 3 lipat ini saya kembali dibuat pusing,” keluhnya, Jumat (25/10).

Kenaikan harga cabai ini menurut para pedagang karena pasokan yang sedikit dibeberapa sentra penghasil banua termasuk juga dari Pulau Jawa karena panen cabai banyak yang rusak akibat musim kemarau, sehingga harganya naik dari hari biasanya.

Dari pengakuan sejumlah pedagang Pasar Lama dan Teluk Dalam Jumat siang naiknya cabai-cabaian lokal dan asal Pulau Jawa karena pasokan yang mulai terganggu karena dibeberapa sentra penghasil banyak yang gagal panen akibat panas tinggi selama ini.

Novi penjual sayuran dari Pasar Teluk Dalam menjelaskan kepada wartawan, saat ini yang ia jual kebanyakan cabai asal Pulau Jawa atau cabai jenis Tiung sedangkan cabai rawit kecil lokalan sudah menghilang atau kosong dampaknya harganya melambung sekalipun ada dijual.

Berita Lainnya
1 dari 451
Loading...

“Naiknya harga semua jenis cabai-babaian seperti ini kami para pedagang sangat dirugikan karena para pembeli mengeluhkan harga cabai naik terus dan penjualan menjadi menurun,’’katanya

Sementara pedagang lainya Nunung menyebutkan, pasokan cabai rawit kecil dan tiung di Kota Banjarmasin ini biasanya dipasok dari Barabai dan Pelaihari namun karena sentra penghasil ini sedang gagal panen.

“ Saya kira harga cabai ini tidak akan cepat turun jika tidak didukung pasokan apalagi saat ini banyak petani sentra penghasil utama yang gagal panen akibat kemarau panjang baik cabai rawit tiung, taji, merah besar dan hijau besar,” lanjutnya.

Dikatakan, untuk harga cabai rawit sebelumnya Rp80 sampai Rp90 ribu naik menjadi Rp120 ribu, cabai merah besar dari Rp30 ribu naik menjadi Rp50 ribu begitu juga dengan cabai jenis taji dari Rp30 naik melambung menjadi Rp70 ribuan hal sama pada cabai tiung.

Sani penjual cabai Pasar Ksatrian Veteran mengungkapkan, permintaan bumbu dapur cabai turun drastis harganya cukup mahal seperti harga harga cabai Tiung, cabai Taji, Cabai Kriting merah dan cabai Hijau juga naik per kilonya karena cabai merupakan kebutuhan utama bagi mereka yang suka makanan pedas.

“ Kita akui permintaaan bumbu dapur bawang merah dan cabe rawit lokal sangat tinggi setiap harinya, apalagi saat memasuki bulan keagamaan namun penurunan pasti ada,” jelasnya saat ini. (hif/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya