Saksi Bantah Ansharuddin Terima Kwitansi dan Cek

PARINGIN, KP – Kasus dugaan penipuan yang membelit H Ansharuddin (Bupati Balangan) dengan tuduhan ingkar janji soal pinjam-meminjam uang senilai Rp1 miliar berujung gugatan balik.

Pelapor Dwi Putra Husnie digugat pihak Ansharuddin melalui gugatan perdata. Tak hanya Dwi putra Husnie, dua saksi Mukhlisin dan Rusian juga menjadi tergugat I dan tergugat II.

Sidang gugatan Ansharuddin ini disidangkan di Pengadilan Negeri Paringin, Senin (28/10), dengan Hakim Ketua Lis Sosilowati SH didampingi dua hakim anggota yakni Damar Kusuma Wardana SH dan Raysha SH dibantu Panetra Satriansyah SH.

Pihak penggugat dan tergugat diwakili pengacara masing-masing.

Sidang perdana ini beragendakan pembuktian surat Penggugat berupa Kwitansi dan para pembuktian saksi dari penggugat yang bersaksi menyaksikan penyerahan uang tanggal 2 April 2018.

Pada sidang pertama ini pihak penggugat yakni H Ansharuddin melalui pengacaranya dari Kantor Hukum Borneo Law Firm Banjarmasin Kharis Maulana SH dan Hidayatullah SH menghadirkan empat saksi yang bersaksi terkait perkenalan dan hubungan tergugat Dwi putra Husnie dan H Ansharuddin serta kronologis adanya kwitansi dan cek Rp1 miliar.

Berita Lainnya
1 dari 870
Loading...

Dari empat saksi juga dimintai keterangan waktu penyerahan uang dimana dalam keterangan tergugat Dwi Putra Husnie dan saksi tergugat terjadi pada 2 April 2018.

Namun keterangan saksi itu dibantah saksi penggugat, karena pada Senin, 2 April 2018 itu, H Ansharuddin berada di acara pelantikan Badan Permusyawaratan Desa Kecamatan Halong di Aula Benteng Tundakan kantor Pemkab Balangan.

Bantahan ini dibuktikan dengan Bukti File foto kegiatan, Jadwal Kegiatan Kepala Daerah Balangan dan Berita media Cetak.

Usai Sidang Kuasa hukum H Ansharudin, Kharis Maulana SH menyatakan Sidang ini merupakan sidang gugatan terkait pembuktian Kwitansi yang bertuliskan nominal Rp1 milliar yang diduga dipalsukan tergugat serta penguat kronologis kejadian penyerahan uang yang dari keterangan tergugat H Ansharuddin ada menyerahkan uang pada tanggal 2 April 2018 di salah satu Hotel di Banjarmasin.

“Sidang gugatan ini untuk membuktikan kebenaran kwitansi dan kesaksian kejadian penyerahan uang, sidang pertama ini kita hadirkan 4 saksi dan sidang selanjutnya akan kita hadirkan lagi saksi untuk memberi keterangan peguat terkait kasus ini,” ucap Maulana ditemui usai sidang.

Sementara Suryani SH Kuasa Hukum tergugat Dwi Putra Husnie menyatakan pihaknya juga akan menghadirkan beberapa saksi dalam sidang selanjutnya. (jun/K-4)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya