Dekranasda Kalteng , Hasil Karya Kalteng Jangan di Klaim Pihak Luar

Palangka Raya.KP – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Tengah Yulistra Ivo Azhari Sugianto Sabran megungkapkan pihakya dalam jangka pendek fokus pembinaan benang bintik dan pengrajin rotan.

Untuk itu pentingnya sinergitas program Dekranasda dan penguatan struktur Dekranasda di Kabupaten/Kota, serta mengangkat produk unggulan Kalteng yang berfokus pada batik benang bintik dan rotan.

Hal itu ia sanpaikan saat menjadi narasumber dalam Forum Koordinasi Pemberdayaan KUMKM Tahun 2019, bertempat di Aula Bappedalitbang Prov. Kalteng, Kamis (14/11). Kegiatan diikuti berbagai pihak terkait, dibawah program Disperindag Kalteng.

Dekranasda Kalteng mendorong perlunya digitalisasi produksi dan pemasaran, melalui pelatihan bagi pelaku UMKM, dan optimalisasi keberadaan Central Borneo Souvenir (CBS).

“Kedepannya mendorong perlindungan HAKI pada produk pengrajin yang dinilai tak kalah kualitasnya dibandingkan produk daerah lain, agar hasik karya asli Kalteng tidak diklaim pihak luar,”kata Ivo.

Lanjut Ivo, Pentingnya Digitalisasi Produksi dan Pemasaran Produk UMKM dengan demikian dapat menghasilkan produk-produk yang inovatif, kreatif dan berdaya saing tinggi yang memiliki peluang besar untuk menciptakan produk-produk berkualitas dan berorientasi ekspor, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM dan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah Provinsi Kalimantan Tengah.

“ Pihaknya berharap kegiatan tersebut bisa dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi kita semua dalam memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah sesuai dengan tupoksi kita masing-masing,” ucap Ketua Dekranasda tersebut.

Pada kegiatan Forum Koordinasi Pemberdayaan KUMKM Tahun 2019 dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Fahrizal Fitri yang diwakili oleh Asisten II Setda Nurul Edy, juga dijelaskan upaya promosi hasil unggulan UMKM Kalteng ke luar daerah bahkan melalui digitalisasi.

Dikatakan Nurul Edy pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan gerakan sinergis antar berbagai pihak para pemangku kepentingan atau para stakeholders, yakni Dinas Koperasi dan UKM, Dinas lnstansi Terkait Iainnya, dan Lembaga Perbankan dan Non Bank, Assosiasi UMKM serta pihak swasta.

“Keterlibatan dan sinergitas kita semua akan sangat menentukan prasyarat perkembangan keberhasilan Usaha Mikro Kecil dan Menengah.” paparnya Nurul Edy mewakili Sekda.

Dalam pemberdayaan UMKM harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan pendekatannya secara terintergrasi atau terpadu untuk selalu melakukan inovasi dan terobosan dalam mengembangkan usaha pelaku UMKM dengan langkah – langkah strategis yang tepat sasaran. (Drt/k-8)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...