Lestarikan Budaya, Rehab Taman Bekantan Gunakan Metode Pendekatan Kearifan Lokal

Banjarmasin, KP – Guna mempercantik dan melestarikan budaya serta kearifan lokal, Dinas PUPR Kota Banjarmasin melakukan rehab fasilitas publik dengan struktur pendekatan kearifan lokal pada kawasan Siring Bekantan yang saat ini menjadi ikon wisata kota Seribu Sungai itu.

Kepala Bidang Sungai, Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Hizbul Wathony mengungkapkan pihaknya melakukan rehab terhadap fasilitas publik tersebut berdasar pada nilai nilai kebudayaan khas Banjar dengan melakukan pendekatan kearifan lokal.

“pagar dibuat lebih khas daerah budaya Banjar dan menambah estetika kawasan taman Bekantan,” Kata Thony begitu ia akrab disapa.

Menurut Thony pekerjaan rehab kawasan Taman Bekantan itu menelan biaya ratusan juta rupiah dari APBD Kota Banjarmasin tahun 2019 dengan waktu pengerjaan selama 75 hari kerja yang dimulai pada awal bulan September lalu.

“Pertengahan bulan November tadi sudah selesai dengan biaya proyek senilai Rp196 Juta,” ucapnya.

Thony berpesan kepada masyarakat baik yang berasal dari Banjarmasin maupun dari luar agar senantiasa merawat dan memelihara keelokan taman Bekantan tersebut, karena saat ini taman itu sudah mulai banyak disoroti oleh warga untuk dijadikan tempat bersantai.

“Mudah mudahan masyarakat bisa menjaganya, jangan sampai corak warna warni yang mengandung budaya ini akan rusak ditangan oknum yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya. (zai/KPO-2)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...