Rela Korbankan Dua Anaknya dan Berpisah Orang Tua

Banjarmasin, KP – Meski telah tertangkap di persembunyiannya di Surabaya, Kamis (31/10), pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan (Kalsel) terus melacak jaringan tersangka Anton Burhan alias Niu Ho alias Bunbun (53).

“Tersangka tak melakukan perlawanan dan sangat kooperatif.

Selama di Surabaya, tersangka menjaga orang tuanya,” kata Kepala BNNP Kalsel, Brigjen M Aris Purnomo melalui Kasi Penyidikan Bidang Pemberatasan, Kompol Yanto Suparwito, kepada awak media, Jumat (1/11).

Hingga kemarin, tersangka yang terpaksa harus rela berpisah dengan orang tuanya itu, terus dalam pemeriksaan atas kasusnya.

Dan petugas terus lacak siapa saja yang ada kaitan lainnya dengan tersangka dalam peredaran narkoba, khususnya di daerah ini.

Diketahui, Bunbun bagi kalangan kepolisian Kalsel sudah tak asing dalam bisnis narkoba.

Bahkan tersangka sebelumnya rela korbankan kedua anaknya ditangkap, karena menyimpan shabu-shabu.

Itu atas pengakuan kakak adik Randy Suryanata dan Wandy Suryanata, kalau mereka disuruh bapaknya menerimakan pesanan shabu.

Bunbun setelah itu kabur dan lama dicari masuk DPO (Daftar Pencarian Orang).

Berita Lainnya

Mantan Kepsek SMPN 12 Dituntut Lebih Tinggi

Merasa Difitnah, PDIP Lapor Polisi

1 dari 861
Loading...

Akhirnya, pelarian pemilik 2,9 kilogram shabu ini diringkus di Surabaya

Diketahui, Bunbun, milik shabu itu setelah dipasok dari Malaysia dan berhasil digagalkan penyelundupannya oleh BNNP Kalsel.

Bunbun, warga Jalan Pemajatan Komplek Rumbia Mas I Pematang Gambut Kabupaten Banjar ini diketahui merupakan jaringan pengedar shabu skala internasional dari Nigeria.

Ia residivis kasus narkoba dan masuk DPO anggota BNNP Kalsel sejak Desember 2017.

Terbongkar sindikat narkoba antarnegara yang dikendalikan warga Nigeria itu berawal dari diringkusnya dua kurir, yakni Abdul Syarif dan Abdullah Rifannoor di SPBU Sungkai Jalan A Yani Km 80, Desa Sungkai, Kabupaten Banjar, Sabtu (9/12/2017) dini hari.

Kedua warga Kalimantan Utara itu membawa hampir 3 kg shabu di mobil yang mereka tumpangi melewati Kalimantan Timur tujuan Banjarmasin, Kalsel.

Petugas BNNP Kalsel kemudian mengembangkan kasus ini dengan memburu pemesan shabu tersebut.

Hasilnya, petugas meringkus Randy Suryanata dan Wandy Suryanata, warga Jalan Pemanjatan, kompleks Rumbia Mas, Pematang, Kabupaten Banjar.

Petugas menemukan tujuh paket shabu siap edar.

Belakangan diketahui pada dua tahun silam, sekitar tiga bulan sebelum kasus itu terungkap, Bunbun terakhir bebas setelah lama mendekam di penjara karena kasus yang sama. (K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya