DLH Gandeng Pol PP Tindak Pembuang Sampah

Banjarmasin, KP – Larangan pembuangan sampah di jam yang sudah ditentukan tampaknya kurang dipatuhi. Hal ini terbukti masih banyaknya warga Kota Banjarmasin yang masih membuang sampah diluar waktu yang sudah ditentukan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Karena itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin kedepan bertekad menggandeng Satpol PP Banjarmasin untuk melakukan penindakan.

“Insyaallah dalam waktu dekat kami akan lakukan penindakan kepada warga yang masih belum disiplin membuang sampah pada jam diluar ketentuan bersama. Kami Pol PP yang berwenang untuk melakukan penindakan, secepatnya akan kami koordinasikan,’’ tegas Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjarmasin, Drs Marzuki, Senin (20/1).

Marzuki yang akrab dipanggil Bang Zak ini mengatakan, pihaknya sebenarnya tak henti-henti mengimbau warga agar patuh dan taat membuang sampah pada waktunya dan tempat yang telah ditentukan. Secara langsung dan secara edukasi melalui spanduk yang ditaruh di Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

Jadi, meskipun sudah begitu dibeberkannya, pada tahun 2019 lalu, sebanyak 44 warga yang terkena tipiring karena membuang sampah diluar jam yang sudah ditentukan. “Sanksinya dari Rp50 ribu sampai Rp100 ribu,’’ ungkapnya.

Berita Lainnya

Metode pembelajaran Inovatif Kunci ABK

Guru dan Penulis Tanbu Apresiasi e-book iKalsel

1 dari 1.761
Loading...

Dikatakan, kalau dilihat dari nominal memang masih sangat kecil untuk memberikan efek jera kepada pelanggar. Namun informasi yang didapatkan dari Pol PP disampaikan Marzuki, tidak pernah ada warga yang terkena tipiring kembali melakukannya lagi.

“Jadi tindakan tipiring ini diharapkan memberikan efek jera kepada para pelanggar,’’ imbuhnya.

Kedepan warga yang memiliki koordinasi terhadap satu orang yang dipercayakan untuk membantu membuang sampah yang mau menjemput sampah kerumah lalu membuang ke TPS di jam yang sudah ditentukan.

“Petugas itu bisa diarahkan, kapan mengambil dan pada jam berapa sampah itu boleh di buang. Itu akan sangat membantu,’’ katanya.

Bahkan, menurutnya, warga hanya menaruh di depan rumah, dan tidak peduli lagi kapan diambil dan kapan dibuang oleh petugas yang sudah mereka percayakan, disitulah putusnya.

“Kita akan coba bekerjasama dengan kelurahan, bahkan kecamatan agar itu bisa terlaksana. Yang mau mengelola sampah dari rumah ke TPS dengan aturan yang sudah seharusnya. Syukur-syukur sebelum ke TPS ada yang memilah, itu lebih baik,’’ demikian Drs Marzuki. (vin/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya