Jalan Mistar Cokrokusumo – Cempaka Direndam

Banjarmasin, KP – Menyusul meluapkan air Sungai Basung dan tingginya curah hujan mengakibatkan kawasan Cempaka, Banjarbaru, tepatnya Kelurahan Sungai Tiung dan Cempaka terendam banjir, Minggu (5/1/2020) pagi.

Hal ini makin diperparah turunnya air dari pegunungan yang tak bisa ditampung sungai, akibat tingginya curah hujan sejak malam hingga subuh hari.

Akibatnya warga Cempaka dan sekitarnya terpaksa menutup ruas jalan, agar para pengguna jalan tak melintasi jalanan yang telah terendam banjir. Beberapa petugas kepolisian dan relawan pun mengarahkan para pengguna jalan untuk mencari jalur alternatif.

Fallas warga Banjarbaru saat melintas di daerah Palem, mengakui ketinggian air hingga mencapai 1 meter. Ketika hendak melewati ruas Jalan Trikora dan Mistar Cokrokusumo, sempat terhenti akibat diadang banjir.

‘’Air banjir sangat deras arusnya. Dengan ketinggian hampir satu meter, bahkan beberapa rumah warga terendam,” ucap Wakil Ketua Rapi Kalsel, Minggu pagi.

Ia mengakui tingginya curah hujan sejak malam dan subuh hari membuat daya tampung sungai tak mampu, hingga meluap dan menyerbu ruas jalan dan pemukiman warga di Cempaka, Banjarbaru.

Berita Lainnya
1 dari 2.238

Warga Martapura, Ramli pun mengingatkan agar bagi yang ingin berpergian dari Banjarmasin ke Martapura atau sebaliknya, diusahakan tidak melintas di kawasan Jalan Achmad Yani, tepatnya di Giant Loktabat.

“Semua ruas jalan banjir. Banyak mobil dan sepeda motor yang mogok, akibat nekat menerobos banjir,” ucap Ramli.

Sementara itu, Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani mengatakan sebelum luapan air menuju kawasan Cempaka, sudah dilakukan penanganan.

Ia mengakui tingginya curah hujan sejak malam hingga subuh hari, menyebabkan luapan air dari pegunungan menuju ke kawasan pemukiman warga di Cempaka.

“Puncaknya pada pukul 06.00 pagi tadi. Hujan semalaman di kawasan itu, membuat air dari atas turun ke bawah. Memang, debit air Sungai Kemuning sempat naik, tapi sudah turun sejak pagi. Yang meluap itu dari Sungai Basung Cempaka. Namun sudah turun juga,” kata Nadjmi.

Ia menegaskan Pemko Banjarbaru sudah berupaya maksimal dengan menjalankan program normalisasi sungai serta membangun enam embung yang terbukti mampu menampung air serta menurunkan debit air.

“Namun, saat ini, air sungai sudah turun. Semoga banjir ini cepat reda, karena petugas di lapangan juga telah menangani para korban terdampak banjir,” katanya.(vin/KP0-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya