SDN Halapin Desa Batung Diusulkan Segera Direhab

Rantau, KP – SDN Halapin yang berada di kawasan terpencil tepatnya di pegunungan Meratus desa Batung kecamatan Piani kabupaten Tapin kini mendapat perhatian serius dari wakil bupati Tapin.

Mengingat kondisinya kini sangat memprihatinkan dan bagian lantai dan dindingnya yang terbuat dari kayu sudah lapuk dimakan usia sehingga sangat menggangu kegiatan belajar belajar di tempat ini.

Kondisi sekolah yang sangat vital bagi warga setempat untuk menimba ilmu sekaligus satu-satunya sekolah yang berada di kawasan ini ternyata sampai pada wakil bupati Tapin H. Syafruddin Noor, dan dalam waktu tidak lama tadi ia kunjungi lokasi sekolah tersebut dengan mengajak jajaran dinas Pendidikan setempat.

Kepala Bidan (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan kabupaten Tapin HM. Yamani ketika dikonfiramsi masalah ini Kamis (30/1) kemarin di kantornya membenarkan bahwa kondisi SDN Halapin di desa Batung kini kondisinya sudah mulai rusak.

Berita Lainnya

Menkeu RI Berikan Penghargaan Ke Pemkab Tapin

25.000 Masker Dibagikan Untuk Masyarakat Tapin

1 dari 1.129
Loading...

“Karena itu pada saat kami bersama wakil bupati Tapin mengunjungi sekolah ini, beliau memerintahkan agar sesegeranya dapat dilakukan perbaikan dengan cara direhab secara total,” ungkapnya.

Dikatakan oleh HM. Yamani lagi mengingat sekolah ini merupakan sarana pendidikan yang berada jauh dari perkotaan dan merupakan fasilitas yang diperlukan oleh masyarakat khususnya di kawasan pegunungan Meratus maka akan diupayakan dan diusulkan melalui APBD perubahan tahun 2020 ini.

Sementara itu Kepala Seksi Sarana Dikdas Dinas pendidikan Tapin Muhammad Sapii, juga mengharapkan tahun ini bisa dianggarkan melalui APBD Tapin agar dapat dilakuakn perbaikan khususnya untuk tiga ruang kelas yaitu kelas IV, V dan VI.

“Karena dari tiga ruang kelas nampaknya yang cukup memprihatinkan karena bahan kayu dindingnya dan lanytainya sudah dimakam rayap,” ungkapnya.

Dijelaskannya pula kondisi sekolah ini memang belum pernah di lakukan perbaikan mengingat sejak dibangun sejak tahun 1995 tidak pernah ada perbaikan, dan sekolah ini dibangun melalui dana APBD provinsi mengingat sekolah ini merupakan sekolah terpencil yang dibangun oleh pemprov. Kalsel.

“Setelah dalam perjalanan waktu mungkin ada sebagian bahan bangunannya yang berasal dari kayu kondisinya sudah lapuk termakan usia maka perlu adanya perbaikan,” pungkasnya. (ari/K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya