Antara Bisnis, Perlindungan Terhadap Virus Corona dan Solusi Hakiki

Oleh : Saadah, S.Pd
Pengajar dan Pemerhati Sosial

Merebaknya wabah virus corona 2019 n-Cov membuat sejumlah negara was-was. Apalagi, virus yang disebut mirip sindrom pernapasan akut berat (SARS) itu telah menjangkiti 1.448 orang dan menyebar di 12 negara. Termasuk, negara tetangga Indonesia seperti Singapura, Malaysia, dan Australia. (rmol.id, 26/01/2020).

Presiden China Xi Jinping menyatakan bahwa negaranya dalam kondisi genting. Pada Sabtu (25/1), Xi mengadakan pertemuan politbiro guna membahas langkah-langkah penanganan wabah. (republika.co.id, 26/01/2020).

Sejumlah negara menerapkan pembatasan dan larangan kunjungan bagi turis dari China. Diantaranya negara yang telah mengeluarkan larangan kunjungan bagi turis dari China yaitu: Rusia, Singapura, Korea Utara, Kazakhstan, Mongolia, Amerika Serikat, dan Australia. (kompas.com, 02/02/2020).

Ditengah beberapa negara yang berupaya melakukan pembatasan dan larangan kunjungan bagi turis China, negara Indonesia sepertinya tidak merasa terpengaruh dengan mewabahnya virus yang sangat berbahaya dan mematikan tersebut. Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kesehatan:

“Kita tidak melakukan restriksi, pembatasan perjalanan orang, karena bisnis bisa merugi, ekonomi bisa berhenti,” kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I, Bandara Soekarno-Hatta, di Gedung Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (22/1/2020) malam. (harianjogja.com, 23/01/2020).

Kementerian Kesehatan tidak akan menutup akses atau melakukan pembatasan perjalanan dari dan ke Daratan China melalui jalur udara, laut dan darat. Di sisi lain netizen sayangkan sikap Pemprov Sumbar yang terima 174 turis Asal China di BIM. Ratusan turis tersebut disambut langsung oleh Gubernur Sumbar dan Sekda Sumbar. (harianjogja.com, 23/01/2020).

Warganet juga protes kepada Pemprov Sulawesi Utara karena kedatangan tujuh turis di Manado yang terindikasi terjangkit virus Corona. Namun, pihak Lion Air selaku maskapai telah membantah indikasi tersebut.

Bahkan, penolakan tersebut menjadi trending topic di Twitter pada Minggu (26/1) pagi. Tagar #TolakSementaraTurisChina viral dikarenakan banyaknya turis yang datang ke Indonesia. (harianjogja.com, 23/01/2020).

Berita Lainnya
1 dari 151
Loading...

Solusi Islam Terhadap Wabah

Bagi seorang Muslim setiap musibah, penyakit dan sebagainya, sesungguhnya ialah pengingat betapa lemahnya manusia, dan betapa kuasanya Allah. Jika ditinjau lebih dalam lagi, tentu kondisi ini menyadarkan kita bahwa benarlah firman Allah : “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (QS. Ar-Rum : 41).

Salah satu hikmah lain dari firman Allah : “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui”. (QS. Al-Baqarah : 168-169).

Ayat ini menyadarkan sekalian manusia, setiap makanan, minuman, bahkan perbuatan yang diperintahkan oleh Allah pasti didalamnya selain mendapatkan pahala, juga tersimpan kebaikan yang luar bisa.

Ajaran Islam dibagun di atas maslahat. Ajaran tersebut mengandung maslahat dan menolak mudhorot (bahaya). Setiap mukmin, harus yakin bahwa segala sesuatu yang datang dari Allah dan Rasul-Nya, ialah yang terbaik. Tidak ada kebaikan yang hakiki, kecuali Islam. Kerusakan yang terjadi seperti saat ini, kemiskinan, kemaksiatan, kriminalitas, LGBT, banjir, gempa bumi, termasuk wabah virus ialah ulah tangan manusia. Akibat jauhnya dari aturan Allah. Lebih mengutamakan nafsu daripada wahyu.

Menerapkan Islam secara hakiki dalam segala aspek kehidupan kita, adalah modal terbaik bagi kehidupan yang penuh rahmat dari Allah. Selain itu yang juga penting dilakukan langkah preventif : pertama, rajin mencuci tangan dengan sabun. Kedua, tidak melakukan kontak langsung dengan pasien yang terjangkit virus Corona dari Wuhan dan tidak berpergian ke tempat wabah Wuhan, China disaat seperti ini. Berkaitan dengan ini, Rasulullah SAW bersabda: “Jika mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu”. (HR. Bukhari dan Muslim). Ketiga, menghindari pasar hewan atau pasar yang menjual daging yang belum dimasak. Keempat, menjaga kesehatan, makanan dan minuman, menggunakan masker serta istirahat.

Selain itu negara juga berkewajiban untuk melindungi warganya, seperti memerintahkan untuk tidak memasuki tepat wabah dan bagi yang terkena wabah tetap bertahan disana. Namun negara kemudian berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik ketika terjadi wabah. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda : “Sesungguhnya al-Imam (Khalifah) itu perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya”. (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Daud).

Fungsi junnah (Perisai) dari Khalifah ini tampak ketika memberikan fasilitas kesehatan yang menjadi hajat hidup masyarakat yang sangat penting. Sejarah membuktikan ada banyak rumah sakit begitu megah hingga berkapasitas 8.000 tempat tidur. Nyaman lagimemadai dalam kelengkapan medis dan non medis.Tersebar dari pusat kota hingga ke pelosok negeri. Sampai-sampai rumah sakit berjalan diangkut oleh 40 ekor onta yang dilengkapi para dokter dan peralatankedokteran serta obatan-obatan untuk pelayananterbaik. Bersamaan dengan itu pelayanan yang diberikan dilingkupi dimensi sosial kemanusiaan sangat tinggi, gratis berkualitas terbaik,hingga untuk yang berpura-pura sakit, sebagaimana dipaparkan pakar sejarah kenamaan Khalil Syahin Azh-Zhahiri saat berkunjung ke salah satu rumah sakit di Damaskus tahun 831 H/ 1427 M. Hal yang sama juga dijelaskan sejarawan berkebangsaan Amerika W Durant tentang pelayanan di rumah sakit Al Manshuri (683 H/1284 M) Kairo, “Pengobatan diberikan secara gratis bagi pria danwanita, kaya dan mis
kin, budak dan merdeka; dansejumlah uang diberikan pada tiap pasien yang sudahbisa pulang, agar tidak perlu segera bekerja…”.

Negara juga memiliki semangat kemanusiaan yang tinggi, dari sisi kemanusiaan negara akan membantu tanpa memandang ras, suku, bangsa dan agama. Demikianlah solusi dan gambaran yang akan dilakukan dalam pandangan Islam.

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya