Bulog Kalsel `tak punya’ Stok Gula

Dikatakan Arif, pihaknya juga kesulitan saat ini karena di Jawa jual gula sudah diatas HET pada hal kebutuhan gula Kalsel ini mencapai 5000 ton per bulan

BANJARMASIN, KP – Kepala Bulog Divre Kalsel, Arif Mandu menjelaskan, menghadapi bulan suci Ramadhan hingga lebaran Idul Fitri pihaknya sudah mengajukan minta gula pasir sebesar 3000 ton kepada kantor pusat.

Ia mengakui, memang saat ini dimana-mana harga gula melonjak sebagai dampak stok nasional yang berkurang, hal ini melanda secara nasional.

Dari info dilapangan harga gula pabrikan Jatim sudah tembus Rp13500 belum biaya angkutnya ke Banjarmasin jadi Rp14 ribu sehingga harga gula disini bisa tembus Rp15 sampai Rp16 ribu para eceran padahal HET nya hanya kisaran Rp12500 saja.

Dikatakan Arif, pihaknya juga kesulitan saat ini karena di Jawa jual gula sudah diatas HET pada hal kebutuhan gula Kalsel ini mencapai 5000 ton per bulan.

“ Alhamdulillah didistributor besar Kalsel gula masih ada walaupun harganya masih tinggi dan pihaknya tidak bisa jalan karena jika Dolog jual harga sesuai HET sehingga sementara swasta dulu yang jalan dengan stok yang cukup dan kami memaklumi saja jika dijualnya sudah diatas HET,” jelas Arif, Senin (16/3) kepada wartawan.

Dolog seluruh Indonesia minta stok 200 ribu ton kepada Direksi untuk menghadapi puasa hingga lebaran nanti kalau stok ini terpenuhi akan lebih leluasa menginterfensi pasar dan jual harga dikisaran Rp12500.

“ Dolog ini sendiri instrumennya pemerintah kalo diberi kouta impor sehingga bisa menstabilkan harga sesuai HET,” sebutnya.

Berita Lainnya
1 dari 795

Diperkirakan musim giling tebu sekitar bulan Juli dan agustus baru masuk, untuk mengisis kekosongan tersebut biasanya impor dari dari Australia dan Thailand.

Lebih lanjut Arif Mandu mengungkapkan, untuk kondisi stok minyak goreng kemasan merk Minyak Kita tersedia sekitar 12 ribu ton dengan harga Rp12 ribu per liternya sangat cukup untuk bulan puasa hingga lebaran.

Dan pihaknya seperti biasa bersama Dinas Perdagangan Kalsel rutin menggelar pasar murah kebutuhan pokok dibeberapa titik dibanua ini dengan harga sembako yang dijual lebih murah dari harga pasar tradisional.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, H Birhasani mengungkapkan, perkembangan terakhir didapatnya untuk keputusan impor dari dibahas Kemenko, melibatkan Kementrian Perindustrian dan Perdagangan serta Pertanian kabarnya sudah ada dapat penugasan import tetapi dalam jumlah terbatas.

Gula yang diimport adalah gula yang sudah jadi bukan bahan mentah untuk mengatasi kelangkaan gula ini secepatnya, dimana negara pengimpornya rencana negara India, Australia, Thailand hingga Pilipina ini negara pengimpor gula.

“ Alhamdulillah pasokan gula kedistributor kita masih ada namun jumlahnya terbatas karena dibatasi importirnya kedistributor namun harga sudah diatas Rp13 ribu jualnya sehingga ketempat kita jadi melambung lagi ditambah lagi ijin gula impor tidak ada lagi,” ungkapnya Bir.

Hj Pijah penjual gula kawasan Sultan Adam kepada wartawan menjelaskan, untuk harga gula kemasan bermerk seperti Rose Brand sudah dijual Rp17,500 per kilonya padahal bulan Ramadhan masih 1 bulanan lagi bahkan saat ini jenis Gulaku sudah lama menghilang dipasaran padahal paling banyak dicari.

Sedangkan untuk gula pasir kemasan biasa tanpa merk kami jual Rp16 hingga Rp17 ribu per kilonya bila gula bermerk kosong maka gula ini paling laku dipasaran. (hif/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya