Covid-19 Penjual Sayur Keliling Diuntungkan

6.449

Alhamdulillah jualan yang kami bawa setiap harinya rata-rata habis terjual, sehingga biasanya kami dan kawan-kawan kembali lagi kepasar sejak subuh Sentra Antasari untuk melakukan aktivitas kembali,” lanjut Parjo.

BANJARMASIN, KP – Dalam sebulan ini para penjual sayuran dikomplek merasa diuntungkan dan meningkatnya omzet hingga 50 persen.

Penjualan meningkat akibat virus corona, karena para ibu-ibu mulai mengurangi aktivitas berbelanja ke pasar.

Parjo penjual sayuran keliling menggunakan R2 dikawasan H Andir Sultan Adam kepada wartawan Minggu menjelaskan, semenjak marak Covid 19 penjualan sayuran, ikan hingga ayam naik dari biasanya.

“Ibu-ibu komplek setiap pagi lebih menunggu saya karena jika mereka berada dipasar tradisional lebih sesak seperti kawasan Pasar Lama sedangkan anjuran pemerintah dikurangi berdesakan bila tidak perlu,’’kata Farjo memberi alasan.

“ Apalagi keperluan dapur yang saya bawa sudah lengkap tinggal masak saja lagi dirumah, memang harganya agak naik sedikit dari Pasar,” ungkapnya.

Berita Lainnya

Seperti ayam ras ukuran sedang Rp 35 ribu perekor sedangkan ukuran besar Rp 40 ribuan ikan nila Rp 38 ribuan, ikan tongkol kecil Rp 30 dan yang besar Rp 35 perkilo, sayur manis Rp 1500 perikat juga kangkung dan sayur manis.

Selain harga sayuran kentang, wartel yang naik juga sayuran lain seperti terong, bilungka dijual Rp13,000,- per kilo, kacang-kacangan Rp13,000,- dan sawi serta kangkung dijual Rp150 per ikatnya.

“ Alhamdulillah jualan yang kami bawa setiap harinya rata-rata habis terjual, sehingga biasanya kami dan kawan-kawan kembali lagi kepasar sejak subuh Sentra Antasari untuk melakukan aktivitas kembali,” lanjut Parjo.

Hal yang sama dirasakan Paniyem penjual jamu gondong dari komplek ke komplek, jamu gendong miliknya mengalami kenaikan penjualan dari biasanya seperti jamu temulawak, dan beras kencur serta jamu jahe yang dimodifikasinya jadi manis sehingga anak-anak dan anak muda menyukainya.

Namun saat ini bahan olahannya lagi melambung tinggi seperti jahe merah dan putih juga janar dan temulawak serta kayu manis ikut juga naik walaupun sedikit.

Hj Aina warga komplek mengatakan, ia dan keluarga sangat terbantu dengan adanya para penjual sayur gerobak keliling dengan maraknya virus corona menjadi ancaman serius.

“Memang harga jualan paman keliling ini seperti ayam, ikan laut dan sungai lebih mahal dari Pasar Lama namun demi kesehatan keluarga karena kesehatan keluarga lebih utama bagi kami,” tutup PNS Perpustakaan Kalsel ini. (hif/K-1)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya