Hairudin Ternyata Dibunuh Mertua

Sutrisno tega melakukan pembunuhan, karena khawatir RB, anaknya dibunuh menantunya alias korban

MARABAHAN, KP – Misteri pelaku pembunuhan dan jasadnya dikubur di sawah kawasan Handil Derawan, Desa Jelapat Baru, Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala (Batola) terungkap.

Rupanya korban bernama Hairudin (sebelumnya tertulis inisial S) dihabisi mertuanya sendiri bernama Sutrisno (50). Usai membunuh menantunya itu, pelaku kemudian memberitahu Galuai (51) istrinya dan RB (25) anaknya, yang tak lain adalah istri korban.

Meski mendapat kabar itu, Galuai dan RB malah ikut membantu ayahnya untuk mengubur korban di sawah. Ironisnya lagi, RB berusaha menutup-nutupi kematian suaminya itu, dengan beralasan suaminya ke luar daerah hingga membuat laporan orang hilang ke polisi.

Terungkapnya peristiwa kematian korban, bermula pada Minggu sore (01/03/2020) silam, sekitar pukul 19.00 WITA, keluarga korban menanyakan keberadaan korban kepada istrinya.

Namun, waktu itu istri korban menjawab korban sedang berada di luar kota untuk mencari pekerjaan dan tidak pulang-pulang. Kemudian Rabu (04/03/2020), istri korban membuat laporan suaminya hilang ke Mapolsek Anjir.

Esok harinya tepatnya Kamis pagi (05/03/2020), keluarga korban kembali mendatangi rumah istri korban yang berada di Jelapat Baru Handil Derawam RT 10 Kecamatan Tamban Kabupaten Batola.

Berita Lainnya

Tipu Penjual Bensin, Sinchan Diringkus

Giat Disiplin Prokes Sasar Kafe dan Arena Biliar

1 dari 873
Loading...

Mereka kembali menanyakan soal keberadaan korban. Setelah didesak, istri korban buka suara, kalau korban meninggal dibunuh ayah kandungnya (mertua korban). Saat itu istri korban mengaku bersama Galuai ibunya hanya membantu menguburkan korban. Lalu istri korban menunjukan kuburan korban dan dilakukan pembongkaran pada Senin (02/03/2020).

Selanjutnya peristiwa ini dilaporkan ke Mapolsek Anjir Muara yang kemudian dikoordinasikan dengan Polsek Tamban, karena peristiwa ini masuk di wilkum Tamban.

Sementara jasad korban dibawa ke kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, dilakukan visum supaya dapat diketahui penyebab kematian korban sebenarnya.

Selepas itu, anggota Polsek Tamban mengamankan Sutrisno, Galuai dan RB untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kapolsek Tamban, AKP Aunur Rozaq, S.Sos, Jum’at (06/02/2020) mengatakan, masih melakukan pemeriksaan terhadap dua tersangka yaitu Sutrisno (50), warga Desa Jelapat Baru RT 10 Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala (Batola), Galuai (51), warga Sei Teras Kecamatan Kapuas Kuala Kabupaten Kuala Kapuas (Kapuas) Kalteng.

Sementara dari keterangan didapat, Sutrisno tega melakukan pembunuhan, karena khawatir RB, anaknya dibunuh menantunya alias korban.

Sebab, beberapa hari sebelumnya kepada ayahnya (pelaku), RB berkeluh kesah soal cekcok hingga mau dibunuh suaminya (korban). Kemudian RB memilih kabur dari korban dan menetap di rumah pelaku.

Karuan saja, pelaku emosi dan mencari korban. Cukup lama pelaku mencari, sampai akhirnya mertua dan menantu ini bertemu di tengah jalan. Selanjutnya pelaku menghabisi korban menggunakan sebatang kayu.

Lalu jasad korban dikubur di areal persawahan yang tidak jauh tempat kejadian. Dan proses penguburan korban dibantu Galuai dan RB.(fik/K-4)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya