Ukir Sejarah Polda Kalsel Ungkap 212 Kg Shabu, Turut Disita 14 Kg Ekstasi

BANJARMASIN, KP –Kalimantan Selatan (Kalsel) dinilai sudah rawan masuknya jaringan peredaran narkoba dari berbagai wilayah lain hingga luar negeri.

Setidaknya tekah mengukir sejarah apa dilakukan jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) selama ini dengan mengungkap jaringan dan sita 212 kilogram (Kg) shabu-shabu, termasuk 14 Kg ekstasi, Jumat (13/3) dinihari sekitar pukul 02.20 WITA dan tiba di Mapolda Kalsel, sekitar pukul 11.00 WITA.

Jumlah terbesar dari hasil penungapan itu bisa masuk urutan prestasi se Indonesia.   

Dari keterangan, penangkapan di Simpang Empat Kecamatan Jaro Tanjung, Kabupaten Tabalong atau perbatasan Kaltim -Kalsel.

Ketika itu, petugas mencegat sebuah mobil Pajero Sport, yang diduga jaringan internasional, terutama yang depat Malaysia, melintas Kalimantan Timur tujuan Kalsel.

Mengejutkan ditemukan narkoba jenis shabu dalam jumlah besar, yakni sekitar 212 kilogram tersimpan dalam 9 buah tas.

Tak hanya itu, ternyata juga pil ekstasi, yang dari jumlah berat ada 14 Kg.

Hasil itu menyusul atas pengungkapan kasus shabu sebelumnya yang berjumlah 22,7 kilogram yang langsung digelar Kapolda, Irjen Yazid Fanani.

Sebelumnya sebuah “gudang’ sebutan rumah tempat penyimpanan shabu, di kawasan Mahligai Kertak Hanyar Kabupaten Banjar dengan 22,7 Kg shabu.

Kesuksesan terulang karena kegesitan dan kepiawaan Dit Narkoba Polda Kalsel yang kembali menggagalkan peredaran sabu yang masuk wilayah Kalsel.

Penangkapan dari keterangan, ada satu tersangka.

Proses penangkapan langsung dipimpin Direktur Resnarkoba, Kombes Pol Iwan Eka Putra dan Wadir AKBP Budi Hermanto, serta Kasubdit II Kompol Ugeng SP.

Semua personil Dit Resnarkoba menguntit dan bergerak ketika terlihat sebuah mobil Pajero mencurigakan, dicegat dan penggeledahan menemukan ratusan bungkus shabu yang tersimpan dalam 9 buah tas.

Berita Lainnya

Dua Bedakan Hangus Terbakar

1 dari 863
Loading...

Masing-masing tas beratnya sekitar sekilo hingga total 212 kg.

Sementara Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani, ditanya wartawan membenarkan atas penangkapan tersebut.

“Dalam waktu dekat kami sampaikan data lengkap,” ujarnya.

Dari keterangan diperoleh, rincian barang bukti disita sebanyak 68 paket shabu dibungkus plastik bening dengan berat kotor 69.360 Kg, dan 140 paket shabu bungkus teh china warna hijau dengan berat kotor 143.500 Kg.

Kemudian, 5 bungkus pil ekstasi warna hijau logo petir dengan berat kotor 14.032 Kg.

Kemudian disita sejumlah unit Handphone dan sebuah mobil Pajero Sport warna putih dengan Nopol KT xxxx GH, dan uang tunai Rp3.500.000.

Dari data tersebut, total shabu yang diamankan sebanyak 208 bungkus berat kotor 212.860 Kg, dan pil ekstasi sebanyak 14.032 Kg.

Bahkan sebelum itu pula, runtutan pengungkapan mendapat apresiasi Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor.

Dituturkan, prestasi yang dicapai Polda Kalsel juga menjadi kebanggaan rakyat Kalsel.

Pasalnya, nilai positif atas kinerja Polda itu memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat, khususnya dalam pencegahan peredaran narkoba.

Pria yang akrab disapa Paman Birin itu berujar jika sampai sempat beredar, maka barang haram tersebut berdampak buruk bagi para penyalahguna.

“Kami selalu mendukung upaya pemberantasan peredaran narkoba ini.

Mari kita terus bergerak memberangus yang namanya Narkoba untuk menyelamatkan masyarakat khususnya generasi muda dari penyalahgunaannya,” ujar Paman Birin.

Paman Birin juga bersyukur karena keberhasilan Polda Kalsel mengungkap peredaran Narkoba juga merupakan keberhasilan rakyat di Kalsel.(K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya