Banjar Sudah Bentuk 210 Desa Tangguh Covid-19

Martapura, KP – Pemkab Banjar melalui Gugus Tugas Penanganan Bencana Non-Alam Covid-19 setempat kembali menggelar konferensi pers (vidcon) di Command Center Barokah, Martapura, Sabtu (11/04/2020).

Jumpa pers lewat ”dunia maya” ini dipimpin langsung Wakil Ketua Gugus Tugas Sekda Ir HM Hilman didampingi Kadis Kesehatan Dr Diauddin dan Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfostandi DR Eddy Elminsyah Jaya.

Hilman mengatakan, Pemkab Banjar telah mempersiapkan desa tanggap/tangguh Codiv-19 yang nanti membantu mensosialisasikan imbauan pemerintah dan mendata warga yang datang dari luar daerah.

”Sudah ada 210 desa yang siap dari total 290 desa dan kelurahan yang Insya Allah minggu ini akan tuntas. Nanti desa-desa tangguh tersebut bisa mengendalikan mobilitas orang dan mengetahui kondisi di wilayahnya masing-masing,” tuturnya.

Diapun berharap, lewat relawan/satgas desa nanti, desa-desa di Kabupaten Banar betul-betul hijau. Ini butuh setengah bulan untuk benar-benar bersih, itupun bila masyarakatnya disiplin untuk menghindari berkumpulnya massa, bila tidak, dikuatirkan kondisi sulit sekarang terus berlanjut sampai waktu tidak bisa ditentukan.

Berita Lainnya

Pilkada Jangan Jadi Ajang Penularan Covid

Raudathul Resmikan TK Alquran

1 dari 352
Loading...

”Kita harus sama-sama berjuang melawannya, masyarakat dan pemerintah harus sepaham. Minimal bisa melaksanakan Sholat Id,” harap Sekda.

Dandim 1006/Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto sebagai Wakil Ketua Gugus Tugas juga terus meminta masyarakat agar tidak panik, apalagi sampai ketakutan, namun tetap waspada serta mematuhi imbauan pemerintah.

”Kita akan optimalkan desa tanggap/tangguh ini, sehingga tidak ada lagi warga desa yang tidak tahu akan bahayanya virus corona di Kabupaten Banjar,” pesannya.

Kadinkes Diauddin selalu jubir Gugus Tugas menambahkan, dengan kondisi saat ini, kita tidak bisa mengatakan ada desa-desa yang terkendali, aman dari penyebaran virus. Dengan Kabupaten Banjar masuk zona merah, berarti semua desa harus waspada.

”Logikanya saja, dari Wuhan Cina begitu cepat menyebar dan sekarang sudah melanda hampir seluruh penjuru dunia, apalagi cuma antar desa,” ingatnya. (Wan/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya