Bupati Barsel Kucurkan Dana Rp 3,3 Miliar

Buntok, KP –Setelah sebelumnya sempat dibubarkan sejak Kamis (8/4) lalu.

Namun karena ada diskresi anggaran untuk tangani covid 19, dan berdasarkan hasil evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC-19) Kabupaten Barito Selatan, posko pantau pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid-19) di daerah setempat kembali diaktifkan.

Bupati Barsel, H Eddy Raya Samsuri melalui Wakil Bupati Satya Titiek Atyani Djoedir, Minggu (12/4) lalu menjelaskan beberapa hal terkait langkah-langkah yang telah dilakukan oleh GTPPC-19 Barsel dalam upaya pencegahan dan penanganan penyebaran wabah Covid-19 tersebut.

Diantaranya pengaktifan kembali posko pantau pencegahan penyebaran wabah penyakit yang disebabkan oleh Sars Cov 2 tersebut, terhitung sejak hari Minggu (12/4) sampai dengan Kamis (30/4) mendatang.

Salah satu posko pantau  berada di Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, dipindah tempatkan ke Jalan Raya Palangka Raya – Buntok, ruas Simpang Pendang, di Dusun Danau Jutuh, Desa Pararapak, Kecamatan Dusun Selatan, hari Minggu belum aktif.

Untuk dua posko lainnya, yakni yang berada di Desa Sababilah, Kecamatan Dusun Selatan dan di Pelabuhan Pasar Lama, Kota Buntok, Kecamatan Dusun Selatan, tetap beroperasi di tempat semula.

Diakui tidak ada penghentian operasional posko pantau secara permanen (bubar) yang ada adalah dilakukannya evaluasi terhadap seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan selama sembilan hari.

Berita Lainnya
1 dari 107
Loading...

“Takni dari tanggal 30 Maret 2020 sampai dengan tanggal 8 April 2020,” ungkap Aty Djudir.

Sedangkan tujuan dilakukannya evaluasi adalah untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan, melengkapi berbagai kekurangan dan agar lebih efektif dan efisien dalam melaksanakan tugasnya.

Dalam evaluasi selain pemindahan lokasi satu posko pantau, juga ditetapkan adanya perubahan pada sistem operasi posko, baik itu waktu pelaksanaan maupun jumlah personel yang ditugaskan di setiap posko.

Awalnya jam operasional posko selama sepuluh jam, yakni sejak pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB dengan jumlah personel 15 hingga 20 orang per posko. Setelah berubah, menjadi 12 jam.

Operasional posko kini dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB setiap harinya. Dengan sistem dibagi dua shift, setiap shift diisi oleh enam personel, yang terdiri dari anggota TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, Dinas Kesehatan dan UPTD Puskemas.

Ketersediaan anggaran penunjang kegiatan GTPPC-19 Barsel dan posko pantau, sebagaimana telah disetujui oleh DPRD setempat, telah tersedia anggaran sebesar Rp 3,3 miliar lebih.

Anggaran dan dana tersedia disetujui oleh DPRD sebesar Rp. 1,307.485.000, dari pergesaran dana insentif daerah (DID) dan dana alokasi khusus (DAK) Dinas Kesehatan Barsel, plus dana tak terduga persiapan pemkab sebesar Rp. 2 miliar, sebut Aty Djudir.

Sehingga dengan penambahan anggaran itu, posko maupun upaya penunjang lainnya mengatasi penyebaran covid 19 bisa terlaksana dengan baik di.Barsel, imbuhnya. (drt/K-10)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya