Kontak dengan Pasien Positif Covid-19

48 Orang Diawasi Ketat

Martapura, KP – Kontak dengan tiga pasien yang dinyatakan positif Covid-19, kini 48 orang penduduk Kabupaten Banjar mendapat pemantauan ekstra. Mereka sudah diisolosi, karantina selama 14 hari.

’’Mereka dikategorikan ’’kontak dengan resiko tinggi’’. Kami sudah melakukan tracing atau pelacakan terkait aktivitas pasien tersebut,’’ kata Kadis Kesehatan Dr Diauddin pada video conference penanganan Covid-19 di Kabupten Banjar, Kamis (02/04/2020) sore, di Command Center, Martapura.

Diauddun menjelaskan, sebanyak 48 ODP tersebut kini harus menjalani masa karantina, isolasi mandiri dengan pemantauan ketat tim medis. Artinya, bila pasien positif menjalin kontak dengan orang lain, prosedur kesehatan penyakit menular diterapkan untuk mengantisipasi penyebarannya.

’’Setelah dilacak, 48 penduduk Kabupaten Banjar tersebut juga melakukan kontak di Banjarbaru dan Banjarmasin. Jadi langsung dilakukan koordinasi dengan dua daerah tersebut, siapa saja yang menjalin kontak akan ditelusuri Dinas Kesehatan masing-masing,’’ katanya.

Berita Lainnya

Kapolda Dukung Gerakan Demokrasi

1 dari 1.398

Dari pelacakan juga terungkap, ketiga pasien positif tersebut mempunyai riwayat perjalanan yang lumayan panjang dan tentunya sempat melakukan hubungan/kegiatan sosial, seperti mengikuti arisan, menjadi pembicara di daerah lain, jadi tidak menutup kemungkinan jumlah kategori resiko tinggi tersebut bertambah

’’48 orang resiko tinggi tersebut sampai menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kalsel. Kami semua tidak menginginkan peningkatan jumlah yang positif, jadi sebisa mungkin ODP jangan sampai jadi PDP,’’ tandasnya.
Ditambahkan Diauddin, untuk tiga pasien positif warga Kabupaten Banjar, kondisi sekarang relatif stabil, kendati masih sesak nafas, tapi kategori aman dan diharap mereka segera sembuh.

Sekretaris Gugus Tugas, Sekda HM Hilman menambahkan, update untuk Kabupaten Banjar, jumlah ODP masih 128, 13 orang sudah menyelesaikan masa inkubasinya. PDP nol dan yang positif 3 orang.

’’Fokus utama kami saat ini adalah memutus mata rantai penyebaran virusnya,’’ katannya. (Wan/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya