Mengetahui Positif Covid 19, Pasien Sembuh Mengaku Tak Bisa Tidur

Marabahan, KP – Kabupaten Barito Kuala (Batola) salah satu dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang turut terpapar wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Hingga Sabtu (25/04/2020) setidaknya sudah 30 orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif. Bahkan satu orang telah meninggal dunia akibat paparan virus yang berasal dari Kota Wuhan, China itu.

Penyakit ini bukan tak bisa disembuhkan. Setidaknya dibuktikan dari sembuhnya dua pasien positif berjenis kelamin laki-laki asal Kecamatan Wanaraya yakni Btl-01 berusia 48 tahun dan Btl-05 berusia 50 tahun yang dirawat di RSUD Abdul Aziz Marabahan dan Rumah Sakit Ansari Saleh Banjarmasin.

Walau dinyatakan tetap melanjutkan isolasi mandiri 14 hari di rumah, namun kedua pasien yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa, Sulawesi Selatan ini telah dipulangkan pihak rumah sakit, Sabtu (25/04/2020).

Sebelum diantar menggunakan ambulance oleh pihak RSUD Abdul Aziz Marabahan, pasien Btl-01 ini sempat menceritakan pengalamannya saat sakit. Di hadapan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Batola Hj Azizah Sri Widari dan Direktur RSUD Abdul Aziz Marabahan Fathurrahman dan beberapa staf yang melepasnya, Btl-01 mengutarakan sempat semalaman tak bisa tidur setelah mengetahui penyakit yang menimpanya.

Yang semakin membuatnya terpukul berat dengan banyaknya telepon yang menanyakan akan panyakit yang menderanya. Lebih-lebih jenis penyakit yang dirasakan tergolong berbahaya dan saat itu merupakan kasus pertama di Batola.

Btl-01 mengaku, mengetahui penyakit yang ia rasakan dari Kepala Puskesmas Kecamatan Wanaraya yang menyatakan hasil rapid tes positif. Awal kejadiannya setelah melakukan pertemuan Ijtima di Gowa, Sulawesi Selatan tanggal 21 Maret 2020 ia bersama-sama rombongan pulang dan tiba di Wanaraya tanggal 22 Maret 2020 malam. 

Saat tiba di rumah, cerita lelaki berjenggot itu, ia awalnya tidak merasakan gejala apa-apa. Termasuk tidak mengalami gangguang tenggorokan, pernafasan, batuk, atau filek. Namun lama kelamaan mulai merasa meriang, diare, dan tidak ada selera makan. Kemudian pada hari ke-10 dilakukan rapid tes dan sehari setelah itu dilakukan swab tenggorokan. Setelah empat hari kemudian diperolah hasil yang menyatakan positif.

Berita Lainnya

Batola dan Kejari Jalin Kerjasama Penanganan Hukum

Kodim 1005 Luncurkan Tim Mobile

1 dari 168
Loading...

“Kabar itu memang jadi pukulan bagi saya. Apalagi saat itu belum ada yang terkena penyakit Corona, sehingga semalaman saya tak bisa tidur. Lebih parahnya saat yang bersamaan banyak telepon yang bertanya, sehingga seolah-olah kasus ini sesuatu yang luar biasa,” ucapnya dengan suara bergetar.

Setelah bermusyawarah dengan keluarga akhirnya diputuskan dibawa ke RSUD Abdul Aziz Marabahan. Dan kurang lebih 17 hari dirawat secara berangsur-angsur ternyata membaik hingga dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang.

“Kesembuhan saya diperkuat dengan hasil tes swab pertama (Senin tanggal 20 April 2020) menyatakan negatif serta hasil tes swab kedua (Kamis tanggal 23 April 2020) yang juga negatif,” katanya.

Btl-01 menyatakan tidak mengetahui pasti asal muasal terjadinya penularan, mengingat saat berada di Gowa hanya berkumpul bersama rombongan satu kabupaten. “Saya tidak menduga ternyata saya yang pertama terpapar dan yang sembuh pun katanya pertama bersama Btl-05 yang dirawat di RS Ansari Saleh Banjarmasin,” ucapnya.

Btl-01 mengaku sangat bersyukur atas kesembuhan yang berikan Allah SWT. Ia pun tak lupa mengucapkan terima tak terhingga atas pelayanan maksimal yang diberikan pihak RSUD Abdul Aziz Marabahan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pemerintah daerah atas langkah dan kebijakan sehingga tersedianya sarana dan pelayanan yang maksimal.

“Saya merasa sangat bersyukur dan bangga atas pelayanan yang diberikan. Semua petugas baik dokter, perawat, para staf dan lainnya yang sangat respon serta ramah dalam memberikan pelayanan sehingga sangat membantu terhadap proses penyembuhan saya,” ucapnya.

Meski begitu, Btl-01 juga menyampaikan harapan, terutama petugas medis untuk lebih intens melakukan pemantuan. Mengingat pasien-pasien yang baru kebanyakan secara mental belum siap sehingga membutuhkan banyak semangat dan motivasi.

Sementara terhadap para pasien yang mengalami penderitaan yang sama, Btl-01 mengharapkan, untuk tetap semangat disertai tekad yang kuat dalam melawan wabah Corona yang ternyata bukanlah suatu penyakit yang menakutkan.

“Mari kita lawan Corona dengan semangat yang kuat, tenang, rileks, dan jangan merasa beban,” ajaknya semberi mengingatkan para pasien juga harus mengikuti anjuran dan arahan pihak rumah sakit serta pemerintah untuk menjaga kebersihan dengan senantiasa mencuci tangan, menggunakan masker, serta mengonsumsi makanan yang bergizi. (ang/K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya