Warga Banjarmasin Yang Menjalani Karantina Covid-19 Dibantu Sembako Pemko

Banjarmasin, KP – Pemko Banjarmasin menyalurkan bantuan sembako bagi para Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang menjalani karantina mandiri, maupun keluarga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dikarantina di rumah sakit.

Kepala Dinas Sosial Banjarmasin, Drs H Iwan Restianto mengatakan, bantuan sosial berupa sembako, dan keperluan lainnya yang diberikan selama masa inkubasi 14 hari.

“Bantuan diberikan selama empat belas hari kepada PDP dan karantina mandiri. Maupun bagi keluarganya yang dikarantina di rumah sakit,” ucap Iwan kepada Kalimantan Post, Minggu (12/04/2020).

Bantuan yang diberikan berupa beras, minyak, gula, serta kebutuhan pokok lainnya dengan nominal Rp 100 ribu per hari. “Jika ada yang memerlukan gas elpiji misalnya juga bisa,” kata Iwan.

Tujuan pemberian sembako ini selain untuk membantu meringankan beban mereka selama menjalani karantina, juga sebagai upaya agar yang bersangkutan disiplin tetap diam diri dirumah.

“Agar mereka disiplin tak keluar rumah. Jadi taka ada alasan lagi untuk keluyuran. Tugas kami menyalurkan,” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 891
Loading...

Iwan mengungkapkan, usulan yang diajukan untuk mendapat bantuan ini ada sekitar 700 kepala keluarga (KK). Akan tetapi, sesuai hasil keputusan dari Gugus Tugas Covid-19 Banjarmasin, baru tujuh KK yang bisa disetujui.

“Usulan kami kemarin ada 700 KK untuk PDP dan ODP. Itu hanya asumsi kami. Dan yang menerima saat ini ada tujuh rumah, ditugaskan kepada kami untuk menyalurkannya,” bebernya.

Selain itu, agar penyalur berjalan aman, para petugas yang menyerahkan bantuan sosial tersebut juga dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD). Selain itu komunikasi juga dilakukan melalui jarak jauh.

“Petugas kami pakai APD. Kalau untuk komunikasi bisa dihubungi melalui nomor telepon dulu. Misal, apa saja keperluan mereka biar kita yang belikan. Komunikasi juga dilakukan dengan jarak jauh,” jelasnya.

Iwan mengungkap, bahwa adanya bantuan bagi para korban Covid-19 ini tak akan berpengaruh terhadap bantuan sosial lainnya. Sebab sumber anggarannya kegiatan ini diluar dari kegiatan sosial yang sebelumnya disiapkan.

“Tidak bakalan mengganggu anggaran yang sudah ada di Dinsos. Duit untuk kegiatan ini dari pergeseran anggaran yang sudah dilakukan Pemko khusus untuk penanganan Covid-19,” pungkasnya. (sah/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya