Pembatasan Jam Malam Tingkat RT Di Bartim Di wacanakan

Tamiang Layang , KP – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penangan COVID-19 Kabupaten Barito Timur Ampera AY Mebas mewacanakan pembatasan jam malam pada Rukun Tetangga ( RT ) pada areal yang menjadi zona merah atau terdampak COVID-19.

“Kita perkecil dan perkecil hingga tingkat RT pada zona merah. Wacana ini akan dilakukan pembahasan di tim gugus tugas dan meminta masukan dan arahan dari FKPD selaku wakil ketua pada gugus tugas,” kata Ampera AY Mebas di Tamiang Layang, Senin ( 18/5 )

Menurutnya, pemberlakukan jam malam ini sejak pukul 21.00 wib hingga pukul 05.00 wib. Ini merupakan formulasi yang dicanangkan untuk mengantisipasi dan menekan penyebaran COVID-19 pada zona merah sehingga tidak menjadi areal transmisi lokal. Hal ini sebagai wujud dari pembatasan sosial dan pembatasan fisik sesuai anjuran pemerintah.

Diperjelas Ampera, ketika memperkecil wilayah zona merah hingga tingkat RT maka didapati ada sekitar enam atau tujuh RT yang terdampak COVID-19 dan bisa diterapkan pembatasan jam malam.

Selain pembatasan jam malam Ampera juga menegaskan bahwa wacana dana sebesar Rp 7 juta tiap RT sebagai dana penanganan COVID-19. Dana tersebut bisa dicairkan jika sudah terdampak COVID-19.

“Kita terus bekerja dan berupaya menekan dan memperkecil kemungkinan-kemungkinan terjadinya penularan atau penyebaran COVID-19 di Kabupaten Bartim,” kata Ampera.

Berita Lainnya
1 dari 82
Loading...

Selain pemberlakuan pembatasan jam malam, Ampera juga berencana membuat regulasi berupa Peraturan Bupati Barito Timur tentang kewajiban menggunakan masker saat keluar rumah.

“Mungkin nanti bisa dimasukkan klausal pasal-pasalanya seperti wajib menngunakan masker jika keluar rumah dan sanksi jika tidak menggunakan masker. Untuk sanksi tentu masih bersifat pembinaan yakni disuruh pulang ke rumah untuk mengambil dan memakai masker,” kata Ampera.

Ditambahkan Ampera, dari awal Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bartim serius bekerja untuk penanganan, pencegahan dan penggulangan COVID-19 di wilayah Kabupaten Bartim.

“Untuk wacana pembatasan jam malam, dan regulasi wajib menngunakan masker akan kita bahas secara internal dan meminta pendapat Ketua DPRD Bartim, Kepala Kejari Bartim, Ketua Pengadilan Negeri Tamiang Layang, Komandan Kodim 1012 Buntok dan Kapolres Bartim,” kata Ampera.

Ampera yang juga sekaligus Bupati Bartim itu menegaskan, Pemkab Bartim telah melakukan realokasi anggaran sebesar Rp61 miliar untuk difokuskan dalam menanganani, mencegahan dan menanggulangan COVID-19 dengan sejumlah skema pelaksanaan dan program. Program pencegahan, penanganan dan penanggulangan COVID-19 dengan anggaran sebesar Rp61 miliar disampaikan ke publik sebagai bentukb secara transparan anggaran.

“Ini semua untuk memastikan keselamatan warga Bartim dari bahaya bencana non alam yakni COVID-19,” demikian Ampera. (vna/K-10)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya