Terlibat Pembunuhan, Dua Napi Asimilasi Diamankan

Pengeroyokan yang tak seimbang membuat korban harus menghembuskan napas terakhir

BANJARMASIN, KP – Dua napi dalam program Asimilasi yang baru ke luar di April 2020 ini terpaksa harus meringkuk kembali ke Lembaga Pemasyarakatn Teluk Dalam Banjarmasin, Sabtu (3/05/2020).

Bahkan, satu diantaranya harus dilumpuhkan dengan satu butir peluru di kakinya akibat saat ditangkap berupaya melakukan perlawanan.

Adapun dua napi yang diamankan yakni MBO (18) dan MR alias AT (17). Lantaran nekat melakukan pengeroyokan hingga berujung tewasnya Hartono (32).

Kedua tersangka Bagas dan Amat Tokek diciduk di dua tempat berbeda oleh Tim Gabungan Jatanras Sat Reskrim Polresta Banjarmasin, Buser Polsek Banjarmasin Selatan yang dibackup oleh Unit Resmob Polda Kalsel.

Selain mengamankan kedua tersangka, petugas juga menyita 1 buah senjata tajam jenis parang bungkul dengan panjang sekitar 60 cm dengan gagang dari kayu warna Coklat dan satu buah senjata tajam Jenis Pisau dengan panjang 32 cm.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Ade Papa Rihi, kedua tersangka diduga nekat melakukan penganiyaan dengan menggunakan senjata tajam terhadap korban Hartono hingga tewas.

“Korban awalnya berniat melerai, karena melihat temannya Kipli dipukul kedua tersangka bersama temannya,” jelas Kasat.

Dikatakan Ade, untuk tersangka Amat Tokek terpaksa dihadiahi timah panas di kakinya karena melakukan perlawanan kepada petugas saat melakukan penangkapan dengan cara melarikan diri saat mau disergap.

“Tersangka Amat Tokek diamankan ketika berada di pasar Binjai, saat akan ditangkap tersangka melakukan perlawanan terhadap petugas sehingga anggota Gabungan melakukan tindak tegas terukur untuk melumpuhkan tersangka,” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 855
Loading...

Sementara itu, tersangka MBO diamankan terlebih dahulu di jalan Teluk Kelayan tak jauh dari Mushola An Noor Banjarmasin.

“Berdasarkan keterangan saksi bahwa MBO ikut melakukan pengeroyokan terhadap korban sehingga mengalami luka cukup parah dan meninggal dunia,” tambahnya.

Ade mengungkapkan, untuk tersangka MBO saat ini penyidik telah menyerahkan ke LP Teluk Dalam Banjarmasin untuk melanjutkan sisa hukumannya setelah itu baru diproses untuk kasus yang saat ini.

Tak berbeda dengan rekannya, tersangka AT juga setelah selesai menjalani perawatan medis akan dikembalikan ke lapas untuk melanjutkan sisa hukumannya sebelum di proses untuk perkara yang saat ini.

“Keduanya akan dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP,” katanya.

Peristiwa pengeroyokan hingga berujung tewasya Hartono warga Jalan Bumi Mas Raya Komplek Buncit Indah Kota Banjarmasin sempat menggegerkan warga sekitarnya, Rabu (29/04/2020) sekitar pukul 21.00 WITA.

Pengeroyokan yang tak seimbang membuat korban harus menghembuskan napas terakhir ketika berada di Bumi Mas Raya Komplek Buncit Indah C8 k Banjarmasin Selatan, akibat luka di bagian tubuh karena tusukan senjata tajam.

Dimana, dari keterangan diperoleh korban berniat melerai saat para tersangka bersama dengan sekitar 15 temannya melakukan pengeroyokan terhadap saksi Kipli dengan cara memukul.

Melihat hal tersebut, korban Hartono mengejar para tersangka. Tanpa diduga kedua tersangka menghadang dan berusaha menebas parang ke tubuh korban namun tidak kena.

Melihat hal tersebut, tersangka AT menusukkan pisau yang dibawanya hingga mengenai dada kiri korban.

Diduga luka yang cukup parah di bagian vital, korban meninggal dunia saat dibawa ke Rumah Sakit. (Yul/K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya