Dewan Nilai Kinerja Bank Kalsel Positif

Untuk Bank Kalsel, Komisi II akan terus support mendorong kemajuan kinerjanya, termasuk pembenahan perangkat teknologinya salah satunya yaitu sudah memperbanyak ATM di kabupaten/kota dan telah mampu menghasilkan 1 sampai 3 juta rupiah perhari.

BANJARMASIN, KP – Komisi II DPRD Kalsel menilai positif kinerja Bank Kalsel, karena sejak tahun 2018 hingga kini sudah mulai menunjukan peningkatan.

Bahkan, dewan mendorong agar pembangunan perekonomian serta kontribusi nyata terhadap daerah bisa sesuai yang diharapkan, terutama dengan peningkatan aset hingga Rp14 triliun.

“Kita sudah mendengarkan paparan kinerja semua BUMD, dan Komisi II maupun Pansus II LKPj menilai positif,” kata Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo, kemarin, di Banjarmasin.

Untuk Bank Kalsel, Komisi II akan terus support mendorong kemajuan kinerjanya, termasuk pembenahan perangkat teknologinya salah satunya yaitu sudah memperbanyak ATM di kabupaten/kota dan telah mampu menghasilkan 1 sampai 3 juta rupiah perhari.

Imam Supratowo mengharapkan kinerja BUMD ini tidak mengalami penurunan, terutama saat ini, sehingga diharapkan mampu memberikan kontribusi pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kalsel.

“Kita harapkan semua BUMD bisa memberikan kontribusi pada PAD Kalsel,” tegas politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Berita Lainnya

Bang Dhin Geram Ada Pungli di Obyek Wisata

1 dari 456
Loading...

Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin, pekan tadi menyebutkan, secara umum, pertumbuhan Bank Kalsel sejak 2018 ke tahun 2019 mengalami peningkatan signifikan.

Hingga pada Desember 2019, jumlah aset Bank Kalsel tercatat senilai Rp13,9 triliun, dan membukukan laba 22,9 persen yang melampaui tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, di tengah pandemi Covid-19 yang memporakporandakan perekonomian inipun, total aset Bank Kalsel hingga Triwulan I tahun 2020, naik menjadi sebesar Rp14 triliun.

Peningkatan tersebut selain terus mengupayakan penghimpunan dana masyarakat dan juga sebagai pengelola kas daerah, juga terus berkifrah melakukan ekspansi bisnis ke sektor-sektor diantaranya seperti UMKM, perkebunan dan pertanian, pembiayaan konstruksi serta sektor transportasi laut dan perkapalan.

Menurutnya, semua langkah teknis prosedur perbankanpun diupayakan seefisien mungkin, sehingga cost atau harga yang disalurkan baik untuk kredit konsumtif maupun kredit produktif yang diterima debitur juga memperoleh nilai pantas dan terukur.

“Jadi skema dan pola ini betul-betul kita jaga sehingga bisa berdampak positif pada pembangunan prekonomian Kalsel,” jelas Agus Syabarrudin. (lyn/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya