Ditengah Pandemi, Anak Banua Lahirkan Platform Rapat dan Kelas Online

Banjarmasin, KP – Menyusul Surat Keputusan Bersama (SKB) empat kementrian terkait panduan pembelajaran tatap muka di sekolah, untuk tahun ajaran baru 2020/2021 yang akan dimulai di bulan Juli 2020, anak banua melahirkan Rapat.in Platform Rapat & Kelas Online.

“Karena itu sesuai data dari data.covid19.go.id per 15 Juni 2020, bahwa untuk daerah yang termasuk zona kuning, ornaye, dan merah, dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan Pendidikan,”ungkap Adam Nugraha Founder dan BOD rapat.in kepada Kalimantan Post, di Banjarmasin, Rabu (17/06/2020).

Dengan begitu satuan Pendidikan di zona-zona tersebut tetap melanjutkan belajar dari rumah (BDR). Menyikapi permasalahan diatas, Rapat.in sebagai salah satu startup anak bangsa yang di inkubasi oleh Asosiasi Muslim Startup Indonesia (AMSI).

Bahkan agar lebih nyaman digunakan belajar dari rumah secara online, Rapat.in membuat teknologi tanpa perlu menginstal aplikasi di gadget pengguna, hanya perlu menyalin link dan mengoperasionalkan rapat.in melalui browser yang sudah umur, seperti google chrome, mozilla, safari, serta google edge.

Demikian fitur andalan di rapat.in adalah bisa mengatur kualitas kamera sehingga bisa lebih hemat kuota internet saat digunakan belajar dari rumah. Dan hebatnya lagi, hanya pengguna yang membuat ruang rapat atau kelas online yang perlu register, sedangkan pengguna peserta hanya perlu menuliskan namanya langsung bisa masuk kedalam kelas online.

Berita Lainnya
1 dari 449
Loading...

“Sesuai dengan pembelajaran tatap muka, dimana guru dan dosen sering membagi peserta didik kedalam kelompok belajar, rapat.in juga menyediakan fitur untuk pembagian kelompok belajar di dalam platform rapat.in sehingga pengajar dan peserta didik tidak perlu membuat banyak ruang belajar online didalam platform,”ucap Adam Nugraha lagi.

Fitur lain dari platform rapat.in yang sesuai dengan pembelajaran tatap muka adalah tenaga pengajar dan peserta didik bisa menggunakan papan tulis virtual secara bersamaan, seperti di dalam kelas pembelajaran tatap muka.

Menurut Adam Nugraha salah satu founder yang membidani rapat.in, didirikan untuk memberikan solusi di masa pandemi dan new normal,bisa digunakan dengan harga yang terjangkau.

Bahkan pada kesempatan ini, Adam juga menambahkan bahwa pengguna hanya perlu mengeluarkan biaya separuh daripada platform yang sama yang dikembangkan di luar negeri, bahkan fitur gratis dari rapat.in jauh lebih baik, karena bisa melakukan rapat online tanpa batas waktu.

Pengguna rapat.in yang sejauh ini sudah mencapai 1.500 pengguna yang register, dan sudah mencapai 18.000 pengguna yang bersifat peserta rapat dan kelas online.

Platform online ini dapat di akses secara online melalui peramban dengan link https://rapat.in , pengguna tinggal melakukan register, dan langsung bisa membuat ruang rapat atau kelas online.m Rapat.in didirikan oleh lima sekawan yang tergabung didalam Asosiasi Muslim Startup Indonesia (AMSI), yaitu Iman Alzy (Founder/CEO), Royyan Noobel (Founder/CTO), Nurul Fitri (Founder/CMO), Ramadhonni Chandra (Founder/BOD), dan Adam Nugraha (Founder/BOD). (vin/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya