Kapolda Kalsel : Jika Ada Korporasi “Nakal” Proses Hingga Pengadilan

209

Banjarmasin, KP – Sejak dini diantisipasi masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Tak hanya lingkup masyarakat umum, tapi juga soal yang sering dipermasalahkan adanya pihak perusahaan terlibat ikut atau menyuruh masyarakat membakar untuk membuka lahan perkebunan.

Atasi ada dugaan korporasi “nakal” itu pula kedepannya, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Dr Nico Afinta SIK SH MH, akan kumpulkan asosiasi pengusaha bidang perkebunan.

“Iya akan kita kumpulkan dan berharap tahun ini tidak ada terlibat korporasi dalam masalah karhutla,” katanya kepada wartawan, usai silaturahmi dengan Insan Pers, di Aula Mathilda Batlayeri Polda Kalsel, Selasa (30/6/2020).

Sisi lain berjanji akan menindak tegas jika didapati ada korporasi ataupun oknum yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan.

“Langkah antisipasi, selain membentuk Satgas Karhutla beranggotakan unsur TNI-Polri, pemerintah daerah dan relawan.

Huga dibarengi menerapkan langkah preemtif, preventif dan penegakan hukum hingga proses sampai pengadilan,” beber kapolda.

Sisi lain diakui kapolda, ada berbagai macam persepsi terkait pembakaran lahan.

Tapi yang menjadi prioritas kemaslahatan masyarakat yang terdampak karhutla maupun pemerintah yang turut berjibaku menanggulangi.

Berita Lainnya
Loading...

“Sesuai aturan yang kita ikuti misal tidak boleh membakar lahan lebih dari 2 hektare.

Tidak boleh korporasi melakukan pembakaran dengan sengaja. Jika masih juga bandel, ya diproses hukum,” tegas kapolda.

Kemudian angkah yang diambil pihak Polda Kalsel yaitu melakukan koordinasi penyiapan anggaran.

Karena, Karhutla dapat terjadi di tempat yang berbeda dalam waktu yang sama. “Penyiapan anggaran dianggap penting, guna menyiapkan sarana dan prasarana dalam menunjang penanggulangan karhutla,” jelannya.

Saat ini jajarannya sedang mengatur hubungan tata cara kerja dalam penanggulangan karhutla.

Ada beberapa inovasi seperti pembuatan software Bekantan yang bisa didownload  masyarakat dan petugas sendiri.

“Melalui aplikasi Bekantan dipastikan seluruh anggotanya selalu aktif dan siaga melakukan pencegahan sekaligus penanggulangan titik api.

Karena personil seketika mendapatkan notifikasi jika ada laporan di wilayahnya terjadi karhutla.

Selain memberikan laporan adanya karhutla, masyarakat juga dapat melihat hotspot atau titik panas secara realtime.

Polda Kalsel bekerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN),” pungkas Irjen Pol Nico Afinta. (K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya