Zona Merah Banjarbaru Perlu Ruang Karantina

Banjarbaru,KP- Senin (15/06/2020), Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani dan Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan melakukan vidcon dalam rangka Rakor dengan seluruh Kepala SKPD se Kota Banjarbaru.

Bahkan dalam rapat tersebut dibahas mengenai keadaan terkini terhadap perkembangan Covid-19 yang semakin hari semakin mengkhawatirkan. Dimana jumlah pasien positif yang dirawat di RSD Idaman saat ini sebanyak 23 orang dengan resiko tinggi dari jumlah bed 27 buah, hal ini menjadi mengkhawatirkan karena hanya tersisa 4 bed yang kosong.

Nadjmi menjelaskan saat ini dari 4 tempat karantina yang dikelola oleh Pemko Banjarbaru adalah LPMP, Balai Diklat, Kemenag dan BPPD sudah hampir penuh, sementara Pemko Banjarbaru masih menunggu konfirmasi untuk penggunaan Asrama Haji untuk dijadikan tempat karantina baru.

“Jika tidak ada izin maka akan memfungsikan rumah sakit darurat lapangan.” ujar Nadjmi

Berita Lainnya

Lagi, Gebrak Masker di Sungai Sumba

1 dari 357
Loading...

Bahkan perlu diketahui saat ini Kalsel menjadi salah satu dari 5 Provinsi penambahan positif tertinggi se Indonesia dan Kota Banjarbaru menjadi salah satu dari 66 Kab/Kota masih berstatus zona merah. Adapun Hasil tracking dan tracing terhadap pasien positif kemungkinan dalam 2 minggu ke depan jumlah kasus positif Covid-19 akan bertambah signifikan di Kota Banjarbaru.

Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani memerintahkan agar Camat Lurah untuk lebih aktif dalam pemantauan Covid-19 dalam hal memetakan dan melokalisir penyebaran kasus Covid-19 per RT.

“Tim Gugus Tugas akan menjalankan tugas dengan maksimal sesuai dengan fungsinya masing-masing.” ujar Nadjmi

Selain kasus Covid-19, Walikota Banjarbaru juga mengevaluasi mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ditahun ajaran baru, pembagian BST jaring pengaman sosial, jam kerja Pegawai di lingkup Pemko Banjarbaru, dan menerima laporan dari beberapa Lurah mengenai perkembangan terkini keadaan masing-masing wilayah.

“Kepada seluruh warga Banjarbaru agar tetap tenang jangan panik, selalu patuhi anjuran Pemerintah, lebih baik mencegah dari pada mengobati dengan selalu beprilaku hidup bersih dan sehat, jaga diri, keluarga dan lingkungan sekitar masing-masing, serta patuhi protokol kesehatan Covid-19.” pungkas Nadjmi. (dev/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya