Guru Honor Tuntut Gajih Setara UMP

Hampir tiap tahun pemerintah daerah selalu menaikan UMP bagi setiap tenaga kerja seperti para Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga kerja di perusahaan sementara guru honor jarang dinaikan

BANJARMASIN, KP – Anggota Komisi IV, DPRD Kota Banjarmasin, Yunan Chandra mengatakan, gaji para guru honorer harus disetarakan paling tidak minimal sama dengan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Menurutnya, hampir tiap tahun pemerintah daerah selalu menaikan UMP bagi setiap tenaga kerja seperti para Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga kerja di perusahaan.

“Namun gaji untuk para guru honorer jarang sekali dinaikah. Upah yang mereka terima tiap bulan kisarannya masih dibawah Rp 1 juta. Jumlah ini, tidak cukup membiayai kebutuhan hidup mereka, apalah bagi guru honor yang sudah berkeluarga,” katanya .

Kepada {KP} Rabu (15/7/2020) Yunan Chandra mengatakan, menyatakan keprihatinanya, karena guru honor yang menerima gajih sangat kecil, bahkan jauh dari ketetapan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Padahal lanjutnya, kebijakan pemerintah yang menyatakan bahwa pengusaha atau perusahaan swasta diwajibkan untuk membeyar gajih karyawan minimal setara dengan Upah Minimum UMP.

Ditandaskan Yunan Chandra, dalam pasal 14 Ayat (1) huruf A Undang-Undang Nomor : 14 tahun 2005 tentang Guru dan dosen sudah sangat jelas diamanahkan bahwa guru wajib mendapatkan penghasilan di atas UMP dan berhak mendapat jaminan kesejahteraan sosial lainya.

Berita Lainnya
1 dari 1.384
Loading...

Anggota dewan dari Partai Demokrat ini mengungkapkan, di Kota Banjarmasin terdapat ratusan guru yang masih berstatus honorer , baik yang mengajar di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) maupun Sekolah Dasar (SD) baik berstatus sertifikasi maupun non sertifikasi dan hampir rata-rata tenaga pendidik ini sudah sarjana starata satu (SI).

Ratusan guru honor itu yang kini terus berjuang agar bisa diangkat oleh pemerintah menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) itu, rata-rata jauh menerima gajih dari kata mencukupi karena sangat jauh dari UMP. Bahkan yang ada hanya menerima gajih beberapa ratus ribu rupiah perbulannya.

“Bayangkan, apakah gajih yang cuma ratusan ribu rupiah itu bisa cukup untuk menghidupi keluarga mereka, sementara peran guru memiliki tanggung jawab besar memberikan pendidikan dalam upaya menciptakan sumber daya manusia dan generasi bangsa ini,“ ujar anggota komisi diantara membidangi masalah pendidikan dan kesehatan ini.

Menurutnya, terkait upaya menaikkan gajih guru honor Pemko Banjarmasin kiranya dapat mencotoh daerah lainnya yang memiliki kepedulian terhadap nasib dan upaya peningkatan kesejehateraan guru honor.

Seperti halnya Pemko DKI Jakarta serta Gorontalo dan sejumlah daerah lainnya yang sudah memberikan gajih honor minimal setara dengan UMP, kata Yunan Chandra.

Ia mengatakan, menyusul dirivisinya Pera Nomor; 2 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, pihak dewan sudah berusaha meningkatkan kesejahteraan guru honor, namun karena keterbatasan anggaran jumlah kenaikan tidak seberapa dan belum setara dengan dengan UMP .

Disebutkankanya, berdasarkan data jumlah tenaga guru honorer yang mengabdikan diri dari tingkat TK, SD hingga SMP di Kota Banjarmasin saat ini jumlahnya tidak kurang mencapai 2.000 orang. (nid/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya