Selamat Jalan ‘Kai Api’, Banjarmasin Kehilangan Ikonik Pariwisata Terbaik

Banjarmasin, KP – Kabar duka menyelimuti Kota Banjarmasin. Muhammad Arsyad atau yang akrab disapa ‘Kai Api’ menghembuskan nafas terakhir pada Kamis (16/07/2020) dini hari.

Ayah dari 10 anak ini meninggal dunia di RSUD Ansari Saleh pada usia 81 tahun. Ia sempat dirawat selama kurang lebih sepekan di rumah sakit tersebut karena penyakit yang dideritanya.

Jenazah Kai Api langsung dishalatkan di RSUD Ansari Saleh, dan kemudian dimakamkan di alkah keluarga yang berlokasi di Pematang, Gambut, Kabupaten Banjar.

Kepergian Kai Api tentunya meninggalkan luka yang mendalam bagi segenap warga kota. Betapa tidak, Kai Api merupakan seseorang yang dikenal baik, santun, dan murah senyum.

Keahliannya dalam akrobatik permainan api yang ia tekuni di masa senjanya juga tak jarang mengharumkan nama kota ke luar daerah. Bahkan ia juga disebut sebagai ikonik pariwisata Banjarmasin.

“Beliau adalah orang yang sangat rendah hati. Tak pernah mengeluh, tak pernah minta apa-apa. Dan selalu bersedia jika diperlukan di event luar daerah,” kenang salah satu tokoh seniman dan budaya, Zul Faisal Putera.

Berita Lainnya
1 dari 869
Loading...

Zul memang boleh dibilang cukup dekat dengan sosok Kai Api. Maklum saja ia pernah menjabat sebagai Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarmasin.

Selain sebagai ikonik pariwisata, Zul juga mengenang kakek dari 24 cucu itu sebagai sosok yang memiliki jasa besar dalam mengharumkan nama Kalimantan Selatan. 

Mengingat, pria kelahiran Alabio 13 Mei 1939 ini pernah menjuarai lari maraton tingkat Asia pada Oktober 1994.

“Jadi Banjarmasin kehilangan ikonik pariwisata kota. Selain itu, bagi Banjarmasin, Kalimantan Selatan beliau punya jasa besar. Sebagai atlet maraton tingkat asia,” tumbuhnya. 

Sebagai bentuk penghargaan, Pemko berkomitmen akan memberikan perhatian khusus kepada keluarga mendiang. Mengingat jasa yang turut membantu tumbuhnya geliat pariwisata Kalimantan Selatan, khususnya Banjarmasin.

“Kita sudah ada komunikasi dengan Walikota Ibnu Sina. Insyaallah akan ada perhatian khusus dari Pemko,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan Kai Api sempat dinyatakan terserang pneumonia berat dan diabetes. “Mohon doanya kepada warga kota semoga beliau bisa lekas sembuh,” pinta Supian, putra dari Muhammad Arsyad.

Supian pun berharap besar untuk Kesembuhan sang ayah. Namun Tuhan berkehendak lain. Muhammad Arsyad akhirnya dipanggil kehadiran Tuhan di usia 81 tahun dengan meninggalkan kenangan yang begitu baik kepada Banjarmasin. (sah/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya