Walikota Pimpin Rapat Evaluasi Penanganan Pelayanan Covid-19

Banjarbaru, KP – Wali Kota Banjarbaru, H Nadjmi Adhani, selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Banjarbaru, memimpin rapat evaluasi Penanganan Pelayanan Kesehatan Covid-19 di Kota Banjarbaru, Senin (13/7/2020).

Kegiatan rapat di Ruang Tamu Utama Wali Kota Banjarbaru juga dihadiri Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarbaru, Budiman beserta jajaran Komisi I DPRD Kota Banjarbaru.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Rizana Mirza, Direktur RSD Idaman Kota Banjarbaru Hj Endah Labati Silapurna, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Banjarbaru Sri Lailana dan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Banjarbaru Zaini Syahranie.

Wali Kota Banjarbaru, H Nadjmi Adhani, menyampaikan, bahwa tujuan diadakannya rapat ini adalah untuk berdiskusi masalah Covid-19 di Kota Banjarbaru, baik itu kondisi masyarakat di Kota Banjarbaru maupun kondisi kesehatan para tenaga medis.

“Kami juga harus memikirkan bagaimana melindungi kesehatan para tenaga medis kita yang setiap hari harus berjibaku atau berhadapan langsung  digarda terdepan dengan pasien yang terpapar Covid-19,” kata Nadjmi Adhani.

Berita Lainnya

Wawali Gebrak Masker di Depan Balai Kota

RSUD Idaman Layani Pasien Non Covid-19

1 dari 348
Loading...

Untuk itu, Gugus Tugas Covid-19 Kota Banjarbaru perlu masukan terkait teknis perlindungan para tenaga medis di Kota Banjarbaru.

H Nadjmi Adhani juga menyampaikan bahwa dalam rapat evaluasi penanganan pelayanan kesehatan Covid-19 di Kota Banjarbaru ada beberapa persoalan yang didiskusikan.

Seperti, bagaimana memberikan dukungan untuk para tenaga medis kita dilapangan yang saat ini sudah mulai banyak yang terpapar Covid-19.

“Ini adalah bentuk perhatian kita kepada para tenaga medis, dimana mereka terpapar, bagimana pola kemungkinan mereka terpapar itu yang akan kita coba antisipasi,”  ujarnya.

Bisa jadi para tenaga medis yang terpapar itu, akibat ruangan yang sempit, panjangnya sistem antrian dan juga sistem pelayanan yang harus mendapat perubahan. 

“Para tenaga medis kita, harus diberikan tambahan suplement/vitamin, melakukan karatina bagi yang terpapar, melakukan tambahan rekrutmen untuk tenaga medis sehingga waktu mereka untuk istirahat dan bergiliran semakin panjang,” tambahnya. (dev/net/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya