Cegah Nikah Dini Lewat Pendewasaan Usia Perkawinan

Martapura, KP – Guna mensukseskan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), tidak bisa dipisahkan dari upaya penggerakan program tersebut di tingkat lini lapangan.

Kegiatan lini lapangan bisa dikatakan sebagai ujung tombak keberhasilan Program Bangga Kencana. Dimasa New Normal Covid 19 sekarang ini, perlu peran aktif tenaga lini lapangan guna mencegah terjadinya putus pakai kontrasepsi yang mengakibatkan unmeet need dan drop out, serta agar ibu, bayi, balita dan keluarga tetap sehat.

Tenaga lini lapangan ini adalah orang-orang yang memiliki kepedulian dalam pengelolaan dan pelaksanaan Program Bangga Kencana di lini lapangan, yaitu PLKB/PKB, IMP (PPKBD dan Sub PPKBD, Kelompok KB KS, Kader Pokja).

Dinas P2KBP3A Banjar lalu melaksanakan orientasi tenaga lini lapangan di semua Kecamatan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid 19. Kegiatan ini sudah dilaksanakan di beberapa kecamatan, antara lain Sambung Makmur dan dihadiri Kadis P2KBP3A Dra Siti Hamidah MSi didampingi Kabid KB KS Alfisah SKM MM, di Aula Kantor Camat setempat, baru-baru ini. Hadir pula Camat Sukasto.

Berita Lainnya

Ini Tiga Langkah Keamanan Di Martapura Timur

Pendisiplinan Prokes, Pemkab Gelar Razia Masker

1 dari 361
Loading...

Menurut Sukasto, memang perlu adanya penyuluhan kepada masyarakat Sambung Makmur tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), mengingat masih banyak yang menganut budaya menikah muda. Padahal angka perceraian di Kabupaten Banjar sendiri masih tinggi.

”Saat ini kami wajib menjaga protokol kesehatan pencegahan Covid 19 dalam berbagai kegiatan, karena Sambung Makmur yang dulunya zona hijau, kini terdapat satu kasus Covid 19,” ungkapnya.

Kadis P2KBP3A Siti Hamidah menjelaskan, keberhasilan program ”Bangga Kencana” terletak pada mekanisme lini lapangan. Tenaganya sangat penting karena mereka sebagai ujung tombak keberhasilan kegiatan ini.

Kabid KB KS Alfisah lalu memaparkan beberapa hal terkait pengelolaan data rutin dengan menggunakan format R/1 PUS/BOKB yang merupakan data dasar untuk melaksanakan KIE kepada calon akseptor .

”Dan pembinaan kepada akseptor KB serta KB pasca pemakaian alat kontrasepsi berkaitan kondisi pandemi Covid 19 saat ini,” tandasnya. (Wan/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya