Dampak Pandemi, Kualitas Pendidikan Dikhawatirkan Menurun

Sebelum pandemi covid-19 selama ini pendidik dan peserta didik yang terbiasa melakukan KBM dengan interaksi langsung di ruang kelas

BANJARMASIN, KP – Anggota komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Yunan Chandra mengatakan, menjaga kualitas pendidikan menjadi tantangan yang harus dihadapi di tengah terus berlangsungnya pandemi korona atau covid-19.

Menurutnya, proses belajar mengajar antara pendidik dan peserta didik yang semula dilakukan melalui interaksi langsung kini tidak lagi dapat dilakukan. Interaksi langsung di ruang kelas antara guru dan murid harus dibatasi bahkan ditiadakan sama sekali demi mencegah penyebaran virus.

Hal itu dilakukan karena protokol kesehatan yang mengharuskan setiap individu melakukan social dan physical distancing. Dan kegiatan belajar mengajar (KBM) pun dengan terpaksa harus dijalankan dengan menggunakan sistem belajar jarak jauh melalui jaringan internet atau daring.

Kepada {KP} Kamis (6/8/2020) Yunan Chandra mengatakan, sebelum pandemi covid-19 selama ini pendidik dan peserta didik yang terbiasa melakukan KBM dengan interaksi langsung di ruang kelas, suka tidak suka, harus menyesuaikan diri dan menerima metode belajar jarak jauh tersebut.

Anggota komisi diantaranya membidangi pendidikan ini menyatakan, rasa pesimisnya dalam melaksanakan KBM akan mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara nasional. Bahkan ia meyakini sebaliknya akan menurun.

Berita Lainnya
1 dari 1.423
Loading...

“Masalahnya, selama berlangsungnya proses KBM jarak jauh, sejumlah sekolah, mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA dan sederajat hingga perguruan tinggi dilaporkan mengalami kesulitan, baik kesulitan teknis maupun kesulitan nonteknis,” ujarnya, seraya mengatakan kesulitan teknis terkait dengan ketersediaan fasilitas hardware ataupun software yang dibutuhkan bagi penyelenggaraan KBM jarak jauh.

Yunan Chandra mengatakan, bahwa tidak semua guru dan murid terlebih di daerah-daerah terpencil, memiliki perangkat yang memenuhi syarat kelayakan bagi pelaksanaan aktivitas melalui daring .

Masalahnya lanjutnya, karena fasilitas jaringan internet yang menjamin keterhubungan pun belum merata. Kesulitan nonteknis lainnya adalah bahwa tidak semua guru dan murid dapat segera beradaptasi dengan teknologi dan metode mengajar jarak jauh.

“ Belum lagi penguasaan siswa ataupun guru terhadap teknologi pembelajaran juga sangat bervariasi.,” tandas Yunan Chandra yang juga Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Makmur Harmonis Sentosa Kota Banjarmasin ini.

Lebih jauh anggota dewan dari Partai Nasdem ini mengatakan, bahwa kurukulum pendidikan nasional yang selama ini dilaksanakan pemerintah secara komprehensif belum mengakomodasi dan mengadaptasi sistem belajar jarak jauh.

Jelasnya KBM secara online hanya merupakan konsep, sebagai perangkat teknis, sehingga wajar jika proses penyelenggaraan pendidikan model ini dikhawatirkan kualitas pendidikan akan menurun dan harus dicarikan solusi dan alternatif lain,” demikian kata Yunan Chandra. (nid/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya