Sungai Depan Rumah Sakit TPT Memprihatinkan

Banjarmasin, KP – Kondisi sungai Teluk Dalam tepatnya di seberang RS TPT Dr. R. Soeharsono Banjarmasin pada Kamis (27/08/2020) pagi nampak memprihatinkan.

Sungai yang sebenarnya sudah menjadi urat nadi warga ini nampak tidak terawat. Selain dipenuhi dengan sampah rumah tangga dan gulma, airnya pun nampak terlihat kotor berwarna coklat kehitam-hitaman.

Kondisi ini sungguh ironis, karena sangat berbanding terbalik dengan predikat kota seribu sungai yang sudah melekat.

Berdasarkan pantauan reporter di lapangan, sampah-sampah dan tanaman air yang menggulung juga membuat transportasi air tidak berfungsi.

Di lokasi tersebut, reporter mendapati salah seorang warga yang sedang menimba air di sungai Teluk Dalam.

Atas namanya, yang mengaku sudah merasakan kondisi ini sejak sebulan terakhir. Kuat dugaan, ada oknum warga yang dengan sengaja membuang sampah itu ke sungai.”Mungkin saat malam oknum warga itu membuang. Saat waktu sepi,” terang Alan.

Kondisi ini dinilai sangatlah memprihatinkan. Dimana tidak ada lagi perahu atau klotok yang bisa masuk akibat tumpukan sampah.”Kalau lagi bersih air sungainya jernih,” ungkapanya.

Berita Lainnya
1 dari 1.424
Loading...

Hal senada disampaikan Bu De, pemilik rumah makan di depan sungai, yang mengaku sudah tidak bisa lagi menggunakan air sungai untuk cuci piring karena saking kotornya.

Bu De menyayangkan masih rendahnya kesadaran sebagian warga dalam menjaga kebersihan, hingga mencemari sungai.”Bagusnya diapakan ya jika oknum warga yang membuang sampah ini ketahuan,” harap Bu De.

Saat dikonfirmasi, Kabid Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Hizbul Wathoni mengakui, bahwa sampah-sampah yang ada di sungai Teluk Dalam berasal dari oknum warga, atau sengaja dibuang.

“Keliatan aja dari sampah-sampahnya yang di jadikan satu diikat seperti itu. Pasti sengaja dibuang oknum warga,” beber Thoni.

Pihaknya juga mengaku tidak bisa mengawasi secara intensif kedepannya, karena bukan tupoksi bidang sungai. Kendati demikian, pihaknya akan mengadakan kegiatan pembuatan papan himbauan yang akan dipasang di bantaran sungai.

“Tupoksi kami ini sebenarnya hanya infrastruktur bidang sungai. Tapi kalau tidak kita perhatikan siapa lagi?,” pungkasnya.

Sekedar gambaran, selang beberapa menit reporter di lokasi, petugas dari pasukan turbo langsung melakukan pembersihan sungai.

Pembersihan alur sungai sebenarnya juga rutin dilakukan, di mana ada 150 lokasi yang sudah dijadwalkan setiap tahunnya untuk dibersihkan. (sah/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya