Dit Reskrimsus Polda Kalsel Ungkap Pangkalan Jual LPG 3 Kg Diatas HET

Banjarmasin, KP – Jajaran Dit Reskrimsus Polda Kalsel, ungkap panglakan yang jual LPG 3 Kg diatas HET. Anggota juga amankan tersangka dan sita ratusan barang bukti.

Dari keterangan, Sabtu (19/9/2020), diantara seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial MK (45) yang karena menjual Gas LPG 3 Kilogram atau Gas Melon di atas harga eceran tertinggi (HET), dan diamankan pada Kamis (17/9/2020) malam lalu, sekitar pukul pukul 22.30 WITA.

IRT ini, pengelola Pangkalan LPG 3 Kg  diamankan di tempat usahanya di Komplek Purna Sakti Jalur Utama Rt 029 Rw 02 Kelurahan Basirih Kecamatan Banjarmasin Barat.

Petugas menemukan barang bukti berupa LPG 3 Kg bersubsidi (berisi) sebanyak 76 tabung, LPG 3 Kg bersubsidi (kosong) sebanyak 157 tabung.

Kemudian, spanduk harga HET 1 lembar, Log Book Pangkalan LPG 3 Kg Hasan dari bulan Januari sampai Agustus 2020 masing-masing 1 bundel.

Selain itu petugas juga turut mengamankan barang bukti lainnya berupa LPG 3 Kg bersubsidi (isi) sebanyak 18 tabung dan LPG 3 Kg bersubsidi (kosong) sebanyak 2 tabung.

Sebelumnya, juga Jajaran Subdit 1 Tindak Pidana Indagsi Dit Reskrimsus Polda Kalsel dipimpin Direktur Reskrimsus Kombes Pol Masrur, S.H., S.I.K. dengan melakukan penyelidikan dan berhasil mengungkap kasus serupa.

Berita Lainnya
1 dari 941

Pelaku seorang laki-laki berinisial MA (25) warga Jalan Harmoni 2  Rt. 26 Rw. 02 Kelurahan Pekapuran Raya Kecamatan Banjarmasin Timur.

Barang bukti LPG 3 Kg bersubsidi (isi) sebanyak 16 tabung, LPG 3 Kg bersubsidi (kosong) sebanyak 116 tabung dan 1 Unit Mobil jenis Pick Up Suzuki Carry warna Hitam No.Pol DA 9228 MN.

Selain pada pelaku, petugas juga turut mengamankan barang bukti lainnya meliputi LPG 3 Kg bersubsidi (isi) sebanyak 108 tabung, LPG 3 Kg bersubsidi (kosong) sebanyak 27 tabung, dan uang tunai sebesar Rp720.000, hasil pembelian LPG 3 Kg bersubsidi (isi) sebanyak 24 tabung dengan harga Rp30.000.

Para tersangka mempertangungjawabkan perbuatannya yang telah melanggar Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 10 huruf (a) UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Jo Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting dan atau Pelaku Usaha Yang Telah Memperdagangkan LPG 3 Kg bersubsidi yang tidak memiliki Ijin Perdagangan.

Itu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 Jo Pasal 24 ayat (1) UU RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan Jo Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting,

imana Pelaku Memperdagangkan LPG 3 Kg bersubsidi ke kios-kios dengan harga Rp.30.000,  per tabung sampai dengan Rp 33.000.

“Kami menghimbau kepada pangkalan dan pengecer agar tidak menjual Gas LPG 3 Kg di atas HET dan aturan yang berlaku sembari berharap kepada seluruh masyarakat agar bisa sama-sama membantu mengawasi pendistribusian LPG 3 Kg,” kata Kapolda Kalsel Irjen Pol  Dr Nico Afinta, SIK, SH, MH melalui  Kombes Pol Masrur, dan Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. M Rifa’i. (K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya