Warga Gambut Keluhkan Aliran PDAM Intan

Kondisi ini sudah berlangsung enam bulan terakhir, meski sudah disampaikan kepada PDAM Intan Banjar, namun warga tidak mendapatkan jawaban memuaskan.

MARTAPURA, KP – Ratusan warga di kawasan Jendral Ahmad Yani Km 12.900, Jalan Setia Bersama, Komplek Surya Mas, Gambut, Kabupaten Banjar mengeluhkan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar yang jarang mengalir.

Akibatnya, masyarakat setempat kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, seperti mandi, cuci, dan masak.

“Air PDAM mengalirnya tiga hari sekali. Sementara warga banyak tak memiliki tempat penampungan air, sehingga kadang tidak mandi. Parahnya ada diantara kami terpaksa mengambil air dari kolong rumah,” keluh Ekki Yuliadi, Ketua Jalur Komplek Perumahan Surya Mas, yang dihubungi wartawan, Rabu (2/9/2020).

Menurut Ekki, kondisi ini sudah berlangsung enam bulan terakhir. Meski sudah disampaikan kepada PDAM Intan Banjar, namun warga tidak mendapatkan jawaban memuaskan. Sementara jumlah warga terdampak di lokasi ini setidaknya ada sekitar 500 rumah.

“Kami butuh solusi. Sebagai pelanggan kami memiliki hak mendapatkan pelayanan yang baik, karena selama ini sudah menunaikan kewajiban membayar rekening sesuai aturan,” tegasnya.

Warga lain, Jusnia juga mengaku terpaksa mengungsi ke tempat tinggal orang tuanya di kota tetangga, karena kesulitan mandi. Karena jika tetap memaksakan diri bermukim di rumahnya sendiri di Perumahan Surya Mas, harus mengeluarkan biaya tambahan. Diantaranya membeli air isi ulang untuk minum, dan masak.

“Jika tetap bertahan, biaya hidup membengkak. Untuk minum dan masak terpaksa beli air galon. Sementara kalo mandi numpang ke rumah mama,” ujar Jusnia.

Berita Lainnya

LPTQ Banjar Matangkan Kadernya 2 Bulan

Kasus Covid Menurun, Tapi Prokes Jangan Kendor

1 dari 359
Loading...

Warga berharap, instansi terkait untuk menindaklanjuti persoalan ini. Jangan sampai keresahan masyarakat menjadi berlarut-larut. Karena sebagai pelanggan mereka merasa dirugikan denagn tidak optimalnya pelayanan PDAM Intan Banjar.

Saat dikonfirmasi via seluler, Kepala Bagian SDM PDAM Intan Banjar, Muhammad Untung Hartaniansyah, meminta maaf kepada pelanggannya di wilayah Cabang I dan II Gambut, akibat pelayanan distribusi yang tidak optimal.

Ia mengakui keluhan warga Komplek Perumahan Surya Mas Gambut, lantaran air leding jarang mengalir.

“Pipa jaringan di lokasi itu sudah tidak mencukupi lagi menyalurkan air bersih secara optimal. Karena jumlah pelanggan terus tumbuh. Karena perkembangan permukiman semakin pesat,” kata Untung.

Solusinya, lanjutnya, pihak manajemen kedepan sudah merencanakan untuk menambah pipa diameter 500 ke boster Gambut. Sehingga suplai air bersih bisa lebih besar untuk pendistribusian ke wilayah Cabang I dan II. Namun, menurutnya, PDAM Intan Banjar masih menunggu dana sharing pemerintah daerah.

“Ada rencana menambah jaringan perpipaan distribusi yang lebih besar dari boster di kawasan Gubernur Syarkawie, ke rumah-rumah pelanggan. Tapi pendanaannya menunggu penyertaan modal Pemkab,” jelasnya.

Untung menambahkan, selama distribusi terhambat, pihaknya pernah membagikan air bersih menggunakan truk tangki berkapasitas 3.000 liter. Namun tidak mencukupi kebutuhan warga, karena banyaknya jumlah pelanggan di perumahan tersebut. Sedangkan di komplek itu tidak tersedia tempat air besar, untuk penampungan sementara suplay dari PDAM, sebelum disalurkan ke pelanggan.

“Ia berharap, rencana pengembangan perpipaan distribusi di wilayah barat, yakni cabang 1 dan 2 bisa direalisasikan segera. Mudahan tahun depan ada dananya,” lanjutnya. (lyn/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya