Pelebaran Jalan Masjid Jami Mulai Dikerjakan

Pelaksanaan pelebaran jalan mulai dari oprit Jembatan Sulawesi II dilaksanakan, menyusul dibongkarnya seluruh bangunan dan rumah milik warga sekitar yang sudah dibebaskan Pemko Banjarmasin

BANJARMASIN, KP – Setelah sempat tertunda, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Banjarmasin mulai mengerjakan pelebaran sebagian Jalan Masjid Jami.

Dari pantauan KP , proyek pelebaran jalan tepatnya mulai dari oprit jembatan Sulawesi II sepanjang sekitar 300 meter hingga depan pagar Masjid Jami itu sudah dimulai beberapa hari lalu.

Selasa (13/10/2020) pagi kemarin, tampak sebuah eksavator bekerja, sementara beberapa buah truk membawa muatan material terlihat parkir di sekitar lokasi proyek dan sempat membuat arus lalulintas di kawasan itu sedikit macet.

Pelaksanaan pelebaran jalan mulai dari oprit Jembatan Sulawesi II dilaksanakan, menyusul dibongkarnya seluruh bangunan dan rumah milik warga sekitar yang sudah dibebaskan Pemko Banjarmasin.

Sebelumnya, menyusul pembangunan Jembatan Sulewesi II yang rampung tahun 2017 lalu, pelaksanaan pelebaran Jalan Masjid terpaksa harus tertuda karena terhalang bangunan ruko dan sejumlah rumah milik warga lantaran belum belum dibongkar.

Anggaran pelebaran jalan dari oprit Jembatan Sulawesi II sepanjang sekitar 300 meter itu dialokasikan sekitar Rp 1,5 miliar bersumber dari APBD.

Berita Lainnya
1 dari 1.619

Selain pelebaran jalan, Pemko Banjarmasin juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Jembatan Sulawesi I yang lama terbuat dari kayu Ulin dan hingga kini masih digunakan untuk arus lalulintas di kawasan itu.

Kepala Bidang Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Rustam menyebut, setelah pembongkaran bangunan milik warga selesai dan dilanjutkan dengan pelebaran sebagian Jalan Masjid Jami.

Setelah itu ujarnya. sebagaimana telah diprogramkan tahap selanjutnya barulah masuk ke tahap pembangunan Jembatan Sulawesi I atau jembatan yang lama.

Disebutkan, awalnya pembangunan Jembatan Sulawesi I direalisasikan dalam tahun 2020 ini, namun ditunda karena wabah pandemi virus corona (Covid-19).

” Jika pembangunan Jembatan Sulawesi I atau jembatan lama direalisasikan, maka Jembatan Sulawesi II yang sebelumnya selesai dikerjakan dua jembatan di kawasan itu akan menjadi Jembatan Kembar,” ucap Rustam beberapa waktu lalu.

Ia juga menjelaskan, sekitar kawasan jembatan Sulawesi. Kawasan tersebut juga bakal ditata ulang.

Sebelumnya ia menjelaskan, sesuai DPUPR, setelah pekerjaan proyek Jembatan Sulewesi II dan saat ini sudah sekitar dua tahun difungsikan dilanjutkan dengan pelebaran Jalan Masjid Jami untuk akses menuju Jalan Sungai Jingah dan Jalan Sultan Adam yang saat ini sedang dikerjakan. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya