Tiga karateka FKTI dan wasit tinju
Kalsel, terima penghargaan Menpora

Tiga karateka FKTI dan satu wasit juri tinju Pertina Kalsel, menerima Penghargaan Olahraga 2020 dari Kemenpora.

Banjarmasin, KP – Tiga karateka FKTI (Federasi Karate Tradisiona; Indonesia) Kalimantan Selatan, dan satu wasit juri tinju asal Kalsel, mendapat penghargaan olahraga tahun 2020 dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia, di Lorin Sentul hotel kawasan sirkuit Sentul internasional Bogor, Jawa Barat, Sabtu (3/10/2020) kemarin.

Mereka yakni Erwan Juniardi, Muhammd Isra Muhyidin dan Rizkya Destiawati Putri Asrori dari FKTI Kalsel serta Hermanto Ginting juri tinju Banua dari Pertina (Persatuan Tinju Nasional).

Isra dan Rizkya menerima penghargaan, berkat keberhasilannya menyabet gelar juara dunia karate tradisional di kompetisi 20th World IKTF Karate Championship di Curtiba, Brazil, 2-9 Desember 2019.

Sementara Hermanto Ginting berdedikasi sebagai juri yang malang melintang di dunia internasional dan tujuh kali menjadi wasit juri di event Sea Games.

Isra mengaku cukup bangga dengan penghargaan yang diraih, hal itu tidak lepas dari dukungan perguruannya yakni Federasi Karate Tradisional Indonesia.

“Alhamdulillah mendapat piagam penghargaan beserta bonus baju training 1 set dan termos kecil,” kata Isra. Dia berharap dengan adanya penghargaan ini, semakin memacu dirinya untuk bisa meraih impian masuk di IPDN atau menjadi anggota tentara Nasional Indonesia (TNI).

Penghargaan ini pun memacu Isra untuk kembali berlatih mempersiapkan diri di ajang Kejurnas Piala Menpora.

“Namun untuk kepastian ikutnya saya Juga harus melihat kondisi saya di event tersebut,” tambah dia.

-Hermanto Ginting

Berita Lainnya
1 dari 243

Dianggap sangat berdedikasi sebagai juri hakim yang malang melintang di dunia internasional, dan tujuh kali menjadi wasit juri di event Sea Games Hermanto Ginting mendapat penghargaan olahraga tahun 2020 Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia.

Namun penghargaan yang diberikan di Lorin Sentul hotel kawasan sirkuit Sentul internasional Jakarta, Sabtu (3/10/2020) kemarin tidak dihadiri Hermanto Ginting karena faktor non teknis.

“Saya terlambat untuk mendapatkan tiket pesawat. Namun penghargaan itu katanya akan Dikirim ke rumah,” ujar pria kelahiran Aceh Aceh Tenggara, 17 Januari 1965 ini.

Ginting yang menjabat sebagai Sekum Pertina Kalsel selama beberapa priode ini, menjelaskan penghargaan ini dia dapat karena dedikasinya sebagai hakim juri selama ini.

Alumsi S2 PEV Yogyakarta ini memaparkan dia memulai sebagai hakim Nasional: 1992, Semarang. Lalu tahun 2011, Korea Selatan dan 2017 di Azerbaijan.

Riwayat Penugasan juga panjang mulai dari ajang Pra-PON XIV 1995 Ambon, Maluku hingga berturut-turut terakhir Pra-PON XX 2019 Ternate, Maluku; Bogor, Jawa Barat.

Lalu penugasan ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), di mulai dari PON XIV 1996 Jakarta sampai PON XIX 2016 Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Kemudian Penugasan Sea Games sejak Sea Games XXIV 2007 Nakhon Ratchasima, Thailand berturut turut hingga Sea Games XXIX 2017 Malaysia.

Ginting juga pernah mendapat penugasan Kejuaraan ASBC Championship 2011 Incheon, Korea Selatan Asia, ASBC MOBF 2012 Ulan Bator, China Boxing Federation 2013 Guiyang, China, ASBC Youth 2014 Bangkok, Thailand, ABA Of Sri Langka 2014 Colombo, ASBC Yunior 2017 Puerto Princesa, Philipina, Islamic Solidaritas Islam 2017 Baku, Azerbaijan.

Penugasan sarung tinju emas juga sudah tujuh kali mulai Sarung Tinju Emas 1996 Cirebon hingga Sarung Tinju Emas 2017 Bogor. Lalu Penugasan Kejuaraan Piala Presiden sejak 2000 di Bali hingga 2019 di Labuan Bajo, NTT.

Di Kejuaraan APIA Samoa 2018 Samoa dan Kejuaraan Asian Games XVIII 2018 Jakarta Ginting juga dipercaya jadi wasit, hakim dan juri.

“Sebenarnya di Pertina Kalsel ada tiga yang menjadi kandidat namun hanya saya yang mendapat penghargaan,” pungkas dia. (nets/nfr/k-9)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya