Bentengi Masyarakat dari Paham Ujaran Kebencian dan Anti Pemerintah

Ujaran kebencian dan anti pemerintah, bukan menjadi tanggung jawab pemerintah semata tetapi masyarakat wajib ikut berperan terutama pemuda dan mahasiswa.

PALANGKA RAYA, KP – Masyarakat, khususnya kalangan pemuda dan mahasiswa harus dibentengi dari paham ujaran kebencian dan anti pemerintah.

Hal itu terungkap dalam Fokus Group Discussion (FGD) yang bertemakan ‘Dengan Semangat Kepahlawanan Kita Cegah Ujaran Kebencian dan Anti Pemerintah demi Keutuhan NKRI

FGD ini diselenggarakan untuk membentengi masyarakat dari paham ujaran kebencian dan anti Pemerintah.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Kalteng Brigjen Pol. Indro Wiyono mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasettyo.

Berita Lainnya
1 dari 355

Wakapolda Kalteng Brigjen Pol. Indro Wiyono menyatakan ujaran kebencian dan anti Pemerintah, bukan menjadi tanggung jawab Pemerintah semata tetapi masyarakat wajib ikut berperan terutama pemuda dan mahasiswa. Pemuda harus menjadi Agent of Change yaitu menjadi pionir dalam memberantas kasus-kasus ujaran kebencian yang belakangan ini kerap terjadi.

Dikemukakan para pemuda mempunyai peran penting dalam mengatasi dan mengantisipasi masalah ujaran kebencian dan anti Pemerintah di Indonesia. Pemuda selalu menjadi target utama para kelompok yang berseberangan dengan Pemerintah karena pemuda selama ini gampang untuk dihasut. Tetapi pemuda juga memiliki potensi untuk memberantas masalah-masalah ujaran kebencian dan anti Pemerintah di Indonesia.

Brigjen Pol. Indro Wiyonomenyampaikan ada beberapa strategi yang harus dilakukan untuk memberantas masalah ujaran kebencian dan anti Pemerintah. Strategi tersebut diantaranya meningkatkan pemahaman keagamaan. Minimnya pemahaman agama bagi kalangan mahasiswa, pemuda dan organisasi Mitra Polri serta belajar agama secara dangkal dapat memicu melakukan kekerasan, bahkan atas nama agama.

“Untuk itu seorang pemuda harus belajar agama pada ahlinya yang tahu betul apa arti jihad sesungguhnya”, tegas Brigjen Pol. Indro Wiyono.

Salah satu strategi lainnya yakni membentuk komunitas-komunitas damai di lingkungan sekitar. Mahasiswa, pemuda dan organisasi mitra Polri bisa menjadi pionir dalam pembentukan komunitas cinta damai di lingkungannya. Komunitas-komunitas tersebutlah yang melakukan sosialisasi ke masyarakat maupun ke sekolah-sekolah.

Wakapolda Kalteng berharap agar FGD ini dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk saling bertukar informasi dan berdiskusi secara serius sehingga tujuan FGD ini dapat tercapai. FGD ini diikuti oleh Mahasiswa, Influencer dan Organisasi Mitra Polri. (drt/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya