Cegah Covid-19 di TPS, 10 Ribu Petugas KPPS Jalani Rapid Test

Banjarmasin, KP – Guna mencegah resiko terjadinya paparan Covid-19 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin melakukan rapid test massal terhadap petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan, pihaknya akan memeriksa 10.791 petugas KPPS selama 10 hari.

“Pemerksaan ini kita lakukan di dua tempat, yakni di Puskesmas Cempaka dan Puskesmas Kelayan Timur,” ucapnya pada awak media, Jumat (13/11) sore.

Menurut mantan Wakil Direktur (Wadir) Administrasi dan Keuangan RSJ Sambang Lihum itu, dilakukannya rapid test massal tidak lain bertujuan untuk memberikan advokasi kepada warga Kota Banjarmasin bahwa setiap penyelenggara pemilu itu harus bebas dari paparan virus yang menginfeksi jaringan pernafasan manusia tersebut.

Selain itu, rapid test massal ini juga sebagai bentuk upaya menghindari penambahan kasus Covid-19 yang ditimbulkan dari pelaksanaan pesta demokrasi masyarakat Banjarmasin.

“Kalau ditemukan ada petugas KPPS yang reaktif, maka kita sudah mengedukasi untuk dilakukan karantina di rumah sendiri selama 14 hari sepanjang mereka tidak memiliki gejala,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah menjalani isolasi mandiri selama dua minggu, petugas yang reaktif tersebut harus kembali menjalani rapid test guna memastikan kondisi tubuhnya.

“Mereka yang reaktif tidak menjalani swab, karena mereka tidak bergejala jadi cukup istirahat di rumah selama 14 hari saja,” pungkasnya.

Oleh karena itu, pria dengan sapaan Machli ini mengajak masyarakat Kota Banjarmasin untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam melaksanakan Pemilu serentak di Kota Seribu Sungai.

Berita Lainnya
1 dari 1.857

“Mari wujudkan Pemilu yang sehat dan bebas Covid-19, hijaukan Banjarmasin,” ajaknya.

Sebelumnya, petugas KPPS Kota Banjarmasin sudah mulai menjalani rapid test di Puskesmas Cempaka pemeriksaan dilakukan pada Kamis (12/11) kemarin sekitar pukul 13.30 WITA.

“Tapi sebelum jam satu siang, sudah mulai banyak melihat kondisi itu. Kita percepat karena menghindari kerumunan,” ujar drg Emma Ariesnawati dari Puskesmas Cempaka.

Jumlah yang di rapid test pada hari pertama ini sebanyak 639. Terdiri dari tiga kelurahan. Kelurahan Teluk Dalam, Seberang Masjid dan Sungai Baru. Target sekitar jam lima sore sudah selesai.

Semula, kata Emma, agar lebih mudah dan tidak terjadi kerumunan saat pelaksanaan, pihaknya menyiapkan kursi yang sudah diberi jarak dan dibuatkan daftar nama yang di-rapid test.

Daftar nama sudah dipasang di depan pintu pagar Puskesmas Cempaka agar mudah dilihat.

“Namun, entah kenapa, akhirnya tidak teratur. Padahal jika sesuai dengan urutan daftar nama akan lebih mudah,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan rapid test ini dibantu empat dokter, sepuluh analis yang bertugas melakukan tes terhadap peserta dan tujuh orang petugas membantu menertibkan antrean.

Sementara itu, salah satu petugas KPPS dari Banjarmasin Tengah, Dewi Riantini mengatakan tidak khawatir dengan adanya aturan rapid test tersebut.

“Justru bagus, kalau memang reaktif, saya bisa melakukan isolasi,” ujarnya singkat. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya