Sekolah Tatap Muka Terancam Distop Bila Ada Penularan Covid-19

Hasil simulasi pembelajaran tatap muka ini akan kita evaluasi, jika ditemukan ada penularan Covid-19 di sekolah

BANJARMASIN, KP – Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin menegaskan, bahwa Sistem pembelajaran tatap muka yang digelar oleh beberapa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Seribu Sungai itu bakal dihentikan jika terjadi penularan virus Corona atau Covid-19 di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Totok Agus Darmanto mengatakan, keputusan itu akan diambil jika ditemukan siswa yang terjangkit Covid-19. Termasuk guru dan staf yang ada di sekolah.

“Hasil simulasi pembelajaran tatap muka ini akan kita evaluasi, jika ditemukan ada penularan kemungkinan akan seperti itu, tapi kita tidak berharap itu terjadi,” ucapnya pada awak media usai meninjau ke SMPN 10 Banjarmasin, Senin (16/11).

Oleh karena itu, ia menekankan agar pihak sekolah yang saat ini menjalani sistem pembelajaran tatap muka bisa menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Setiap siswa akan diperiksa suhu tubuhnya terlebih dahulu. Semua yang datang ke sekolah, baik siswa dan guru harus dalam kondisi benar-benar sehat,” ujarnya.

Selain itu, Totok juga meminta sekolah tidak mengizinkan mereka yang dalam keadaan flu turun ke sekolah. “Untuk yang sakit, diharapkan untuk belajar di rumah saja, ” tegasnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.858

Menurutnya, keadaan tersebut membuat penyusutan kapasitas siswa di dalam ruang kelas. Sehingga sekolah tatap muka ketika pandemi Covid-19 menggunakan dua pola, yakni 30% atau 50% dari kapasitas kelas.

“Ada beberapa kelas yang tidak penuh karena mereka belajar di rumah,” ujarnya.

Dirinya sangat tidak menginginkan kejadian siswa dan tenaga pengajar terinfeksi Covid-19. Untuk itu metode pembelajaran maupun tahapan protokol kesehatan di sekolah saat ini sudah disiapkan.

Dari wajib mengenakan masker dan sekolah menyediakan tempat cuci tangan lalu membatasi jarak di dalam kelas.

“Semoga saja tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” harapnya.

Untuk diketahui, sekolah tatap muka di Banjarmasin yang dilakukan di tengah pandemi Covid-19 dilakukan dengan cara pembatasan jam mata pelajaran. Jadi satu mata pelajaran memakan waktu 25 menit. Hingga waktu belajar dari pukul 08.00 hingga 10.45 WITA.

Kemudian, kantin sekolah ditutup. Sehingga siswa diimbau membawa bekal sendiri dari rumah. Dalam satu minggu hari belajar terdapat 3 shift pembelajaran.

Bahkan waktu istirahat dipangkas. Hanya menjadi 15 menit. Dan dihimbau untuk selalu berada di dalam ruangan kelas. Kantin sekolah ditutup selama pembelajaran tatap muka untuk menghindari ruang penularan Covid-19. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya