Tiga Desa di Kotabaru Aliran Listrik Terbatas

Kotabaru, KP – Terbatasnya penggunaan aliran listrik yang sampai saat ini masih jadi permasalahan di tiga desa di Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, menjadi perhatian serius komisi II DPRD Provinsi Kalsel.

Bahkan, tiga desa yang meliputi, Rantau Jaya, Trombongsari dan Manunggal Lama yang merupakan daratannya Kotabaru ini, belasan tahun tidak dapat merasakan aliran listrik sepanjang hari. Tapi hanya mulai jam 5 sore hingga pagi saja. Seperti yang dikeluhkan Kepala Desa Rantau Jaya, Sardiya.

Ia mengharapkan, dengan adanya perhatian langsung dari DPRD tingkat provinsi Kalimantan Selatan dapat merealisasikan kebutuhan listrik 24 jam full setiap harinya di desa tersebut.

“Kami sangat berterima kasih apabila litsrik ditempat kami dapat dinikmati sepenuhnya, agar aktivitas warga bisa maksimal,” harapnya kepada anggota Komisi II DPRD Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi saat melakukan reses ke Desa Rantau Jaya, beberapa hari lau.

Bukan hanya di desa Rantau Jaya, Kepala Desa Manunggal Lama, Usman juga menyebutkan hal yang sama, meski masuk dalam kawasan Kotabaru daratan, pihaknya menginginkan adanya kesetaraan agar listrik di Desa Manunggal Lama bisa menikmati listrik sepenuhnya.

Berita Lainnya
1 dari 520

“Listrik di wilayah kami juga sama beroperasinya antara jam 5 sore sampai pagi sekitar jam 7 pagi. Kecuali tanggal merah baru full bisa dinikmati,” tuturnya.

Sama halnya di Desa Trombosari. Kepala Desa Trombongsari, Turisman menuturkan, bahwa pihaknya juga merasakan listrik hanya beberapa jam saja pada malam hari.

“Harapan kami juga sama, bahkan tiang listrik ada yang sementara dari kayu. Dimana, penggunaan listrik hanya bisa dinikmati dari jam 5 sore saja hingga pagi,” paparnya.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi mengatakan, untuk bisa terealisasikan aspirasi warga setempat, ketiga desa ini bisa mengajukan tuntutannya melalui proposal pengajuan agar dapat diproses dan segera mengadakan rapat dengan instansi terkait.

“Dari satu desa ke desa ketiga, kami dengar keluhan listrik. Maka dari itu, saya selaku anggota Komisi II DPRD Kalsel akan mencoba memperjuangkan hal itu, intinya untuk masyarakat sesuai hak suaranya,” ujar Paman Yani, panggilan akrab Yani Helmi. (lyn/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya