PAD DLH Banjarmasin Lebih dari Target di Tahun 2020

Banjarmasin, KP – Total Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banjarmasin dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota setempat di tahun 2020 melebihi dari target walaupun masih dalam keadaan pandemi Covid-19.

Per tanggal 30 Desember, terhitung PAD yang dihasilkan oleh DLH sebesar Rp 13.574.881.500. padahal target awal hanya sebesar Rp 12,5 M saja.

Kepala DLH Kota Banjarmasin, Mukhyar mengatakan, persentasi PAD yang dicapai oleh pihaknya di tahun ini sebesar 108,60%.

Ia merincikan, bahwa PAD terbesar yang diperoleh DLH dalam tahun ini berasal dari retribusi sampah. Dengan persentase sebesar 108,60%.

“Jadi ada kelebihan sebanyak Rp 1.074.000 dari yang kita targetkan,” ucapnya di pada awak media, Rabu (30/12) sore.

Dibandingkan dengan tahun lalu, Mukhyar mengklaim bahwa di tahun 2020 ada kenaikan. Pada tahun 2019 hanya sebesar Rp 11,75 M saja. Sehingga di tahun ini naik sebesar sekitar Rp 1 M lebih.

“Tahun depan (2021) akan kita naikkan lagi targetnya sekitar Rp 13 M, karena setiap tahun target PAD dari setiap SKPD pasti naik,” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 3.547

Disamping itu, ia menambahkan, bahwa kenaikan target tersebut tidak akan mengubah tarif retribusi sampah yang sudah diperdakan.

“Tarifnya tetap, tapi karena adanya pertambahan jumlah penduduk dan rumah maka sejalan dengan pertambahan pelanggan. Ini lah yang menjadikan pendapatan kita bisa naik,” jelasnya.

Lantas, bagaimana cara DLH bisa kembali mencapai target yang sudah ditetapkan jika target PAD selalu dinaikkan?

“Cara jitu yang kita lakukan adalah dengan menggandeng pihak lain seperti PLN dan PDAM. Jadi setiap warga yang membayar tagihan bulanan juga sekalian membayar retribusi sampah,” pungkasnya.

Kemudian, untuk kegiatan belanja tidak langsung, dari 95.932 juta terealisasi sebesar 90,46 juta lebih dengan persentasi 93,86%.

Mengapa capaian tidak bisa mencapai 100%, mukhyar menjelaskan hal tersebut dikarenakan adanya dana cadangan untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM yang digunakan dalam operasional kendaraan milik DLH

“Ada sekitar Rp 2 M lebih dana cadangan untuk BBM. Karena harga BBM tidak naik, jadi uangnya kita kembalikan,” imbuhnya.

Disamping itu, DLh juga melakukan kegiatan yang sifatnya penghematan, seperti pembelian alat berat yang ternyata harganya lebih murah dari yang dianggarkan.

“Realisasinya sebesar 93,86% . Ini merupakan gabungan antara biaya langsung dan tidak langsung. Kita tegaskan bahwa program yang sudah kita rencanakan semua sudah terlaksana,” tegasnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya