Pembelaan dan Perlindungan Terhadap Ulama

Oleh : Mariana, S.Pd.I
Guru MI Al Mujahiddin II Banjarmasin

Kasus penusukan Syekh Ali Jabeer oleh orang tak dikenal membuat rakyat membuka mata bahwa ada pihak yang tak suka dengan ulama dan dakwah Islamnya. Penusukan tersebut menjadi warning yang mengancam keselamatan para ulama dan habaib yang bersafari dakwah.

Pemerintah padahal sudah menjamin kebebasan ulama untuk terus berdakwah amar ma’ruf nahi mungkar, akan tetapi pemerintah tidak menjamin akan kebebasan itu, banyak para ulama yang dipersekusi dan dibatalkan ceramahnya, karena dirasa mereka meresahkan dalam penyampaian mereka.

Ulama menjadi sebuah episentrum emosi yang diperebutkan banyak pihak untuk dijaga dan dibela. Bahkan, tidak sedikit orang yang rela mempertaruhkan dirinya demi figur ulama yang dipedomani. Namun, tidak banyak dari kita yang menyediakan waktu untuk merefleksi figur ulama seperti apa yang perlu disikapi.

Hal ini penting dilakukan agar memberikan pemahaman kepada kita perihal konstruksi identitas yang sejatinya melekat pada diri ulama tersebut. Dan, kalaulah kita bersepakat bahwa ulama adalah diksi identitas yang direpresentasikan sebagai pengemban ilmu keagamaan semata, maka kita harus proporsional dalam mendudukkan figur ulama yang akan disublimasi. Sebab, merujuk pada kitab Ihya’ Ulumudin karya Imam Ghazali, ada dua kategori ulama yang perlu diketahui, yaitu ulama akhirat dan ulama dunia.

Ulama akhirat adalah jenis ulama pewaris nabi yang mendarma baktikan proses hidupnya untuk merawat dan melestarikan tumbuh kembangnya ilmu yang bisa mencerahkan kehidupan. Kedalaman ilmu yang dimiliki digunakan sebagai sandaran untuk berbagi, dan menyelesaikan persoalan yang terjadi di lingkungannya. Bahkan, dirinya menjadi episentrum kharisma yang tak terbawa arus yang bisa memalingkan dirinya dari khittah dirinya sebagai pewaris nabi.

Sebagai pewaris nabi, ulama harus mewarisi mentalitas profetik dan moralitas publik sebagaimana ditunjukkan oleh Nabi. Mentalitas profetik mencerminkan sikap dan attitude yang patut dijadikan sumber rujukan berperilaku. Basis aksiologinya adalah akhlak karimah yang bersemburat dari keluhuran dirinya dalam mengekspresikan banyak hal, baik secara verbal, oral, maupun simbolik.

Sedangkan moralitas publik mencerminkan tanggung jawab kepublikan dalam menderivasi gagasan dan pandangan yang bisa menenangkan, dan mendamaikan banyak pihak dan lingkungannya. Basis epistemologinya adalah nilai-nilai kerahmatan yang ditunjukkan melalui integritas diri yang inklusif, yang selalu bersedia membangun harmoni dalam perbedaan, dan kearifan dalam menyikapi persamaan.

Berdasarkan dua posisi diri tersebut, maka kita dapat menengarai setiap konstruksi sosial keulamaan yang dilakukan atau ditampilkan oleh setiap orang yang saat ini banyak mempersonifikasi dirinya bahkan mengklaim sebagai pewaris nabi.

Apabila dalam proses sosialnya terdapat banyak corak perilaku yang tidak mencerminkan mentalitas profetik dan moralitas publik yang benar, apalagi posisi dirinya hanya menjadi episentrum bancakan kepentingan dan keuntungan pihak-pihak tertentu, maka sepatutnya kita bersikap kritis dalam memposisi figur tersebut sebagai pedoman dalam kehidupan kita.

Berita Lainnya
1 dari 200

Pengawalan yang ketat dari pihak aparat kepolisian, puluhan masa yang tergabung dalam organisasi masyarakat pemuda Islam Kalsel dan sejumlah Ormas Islam lainnya menyampaikan aspirasinya di depan gedung DPRD Kalsel mereka menyampaikan agar melakukan tindakan untuk melindungi para ulama dan para habaib.

MUI mengutuk kriminalisasi yang menimpa ulama-ulama. Sehingga mereka perlu dilindungi dalam melaksanakan aktivitasnya, baik ceramah maupun pengajian, karena tugas ulama untuk mencerdaskan jemaahnya dan ketika ada perbedaan pendapat, jangan malah dikait-kaitkan dengan kepentingan politik atau organisasi terlarang.

Aksi tersebut agar peristiwa brutal dan pembunuhan Imam Masjid di Sumatera Selatan dan percobaan pembunuhan Syekh Ali Jabber di Lampung tidak terjadi di Wilayah Kalsel. Inilah rezim sekarang tidak adanya perlindungan terhadap para ulama dan habaib dan membuat keresahan masyarakat dan tidak ada solusi dari pemerintah yang significant.

Penistaan dan kriminalisasi ulama ini merupakan bagian dari upaya musuh-musuh Islam (ideologi Kapitalisme dan Komunisme) untuk membungkam dakwah Islam agar tidak ada kebangkitan islam itulah tujuan dari musuh islam. Para ulama tharikah memandang bela Negara menjadi semangat yang penting untuk diagungkan. Sebab, dunia islam saat ini sedang di landa krisis kebangsaan.

Akar masalah dari segenap problematika yang mendera negeri ini berpangkal dari pada ketidaktaatan manusia pada Allah SWT, keengganan dan ingkarnya mansia menerapkan hukum Allah SWT, bahkan menjadikan Allah SWT sebagai musuh melaui berbagai tindakan kriminalisasi terhadap ajaran Islam dan para pengembannya.

Dakwah Islam kaffah harus terus digencarkan, agar terwujud kesadaran politik yang benar pada umat Islam. Tantangan dalam membela Islam sangatlah berat dan besar. Allah sudah memberitahu, membela agama Allah perlu kesabaran meski banyak yang menganggap buruk dan jahat.

Para pemimpin negeri muslim saat ini tidak lahir dari peradaban Islam, 96 tahun sejak Islam tidak dijalankan. Selama itu pula musuh Islam menghendaki sekularisme dan liberalisme mendominasi dunia. Sehingga pemimpin-pemimpin negeri Islam ini lahir dari generasi yag tidak mengenal peradaban Islam, tidak lahir dan dibimbing keluarga dan masyarakat untuk menjadi seorang pemimpin.

Karena itulah rezim di negri muslim ini represif dan otoriter kepada umatnya. Saat kebangkitan Islam mulai menggeliat, para pemimpin yang tidak mengenal islam itu langsung bersegera menekan kesadaran Islam.

Inilah sistem demokrasi dan kaum muslimin tercengang dengan masalah di sistem ini dan mereka menerima jampi-jampi kalau agama jangan turut campur dalam urusan agama.

Musuh-musuh Islam secara sistematis mereduksi ajaran Islam. Diantaranya melalui perubahan kurikulum, menciptakan agennya di negri muslim, juga propaganda sesat terhadap ajaran Islam. Sehingga umat akan menjadi identitas yang paling utama menyuarakan Islam dan berjuang bersama untuk menegakkan dan menerapkan Islam secara kaffah. Walllahu a’lam bish shawab.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya