Akibat Banjir, Pelanggan Bengkel Naik Dua Kali Lipat

Hampir sepekan ini, kami cukup kewalahan melayani warga yang datang. Keluhannya sama, rata-rata sepeda motornya tak mau hidup setelah mencoba menerobos genangan air yang dalam,” ujar Fahmi

BANJARMASIN, KP – Tak sedikit kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat yang mengalami kerusakan saat banjir melanda sejumlah daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Seperti halnya di Banjarmasin, di beberapa kawasan air pasang cukup dalam merendam jalan-jalan protokol, termasuk jalan di pemukiman warga. Akibatnya, banyak kendaraan khususnya roda dua yang mogok lantaran memaksa melintasi genangan air.

Sejumlah bengkel yang berada tak jauh dari titik genangan air, kewalahan melayani permintaan perbaikan dari warga yang kemogokan sepeda motor.

Hal ini diakui, Fahmi, pemilik bengkel AMD Motor di jalan AMD 12, Kecamatan Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan. Bengkelnya ramai diserbu warga yang perlu perbaikan sepeda motor.

“Hampir sepekan ini, kami cukup kewalahan melayani warga yang datang. Keluhannya sama, rata-rata sepeda motornya tak mau hidup setelah mencoba menerobos genangan air yang dalam,” ujar Fahmi, Kamis (28/1/2021).

Menurutnya, ada beberapa komponen sepeda motor yang harus diganti akibat terendam air, termasuk mengganti oli mesinnya. Dan, untuk perbaikan motor seperti jenis matic bagian mesinnya mesti dibuka untuk mengeluarkan air yang masuk.

“Air yang mudah membuat komponen dalam motor berkarat dan bisa membuat kerusakan, misalnya pada piston, CVT, busi, hingga filter angin. Jadi harus segera dibersihkan,” sebut Fahmi.

Ia menambahkan, perbaikan untuk motor matic yang mati akibat terendam air tarifnya bervariasi. Jika kerusakannya parah dan banyak peralatan yang harus diganti, biayanya bisa mencapai ratusan ribu.

“Tapi, jika service ringan, seperti membersihkan dan bongkar filter angin saja, ongkosnya hanya sekitar Rp10 ribu sampai Rp 15 ribuan saja,” ungkapnya.

Berita Lainnya
1 dari 655

Semenjak musibah banjir ini, lanjut Fahmi, bengkelnya mengalami lonjakan pelanggan hingga dua kali lipat dibanding hari-hari sebelumnya.

“Saat ini, dalam sehari bisa 20an orang yang datang. Jika dibandingjan sebelumnya, paling banyak sekitar 10 pelanggan saja,” imbuhnya.

Di bengkel Fahmi, terlihat beberapa orang harus rela antre menunggu giliran untuk diperbaiki sepeda motornya.

Salah satunya, Iman, yang juga kemogokan motor maticnya.

“Iya, mogok tadi saat mencoba melintasi genangan air. Untung saja tak jauh dari bengkel, jadi tidak jauh mendorong motornya. Mungkin kemasukan air dibagian knalpot atau vanbeltnya,” ucapnya.

Iman sendiri, merasa terbantu dengan adanya bengkel yang masih buka saat seperti ini. Sehingga, ia bisa segera melakukan perbaikan sepeda motornya.

Di sisi lain, ia juga menyayangkan dengan adanya bengkel dadakan yang memanfaatkan kondisi banjir untuk meraup keuntungan.

“Soalnya, ada teman yang juga mogok motornya, harus bayar ratusan ribu, padahal tidak ada alat-alat yang diganti. Hanya dibersihkan dan dikeringkan bagian dalamnya saja. Kasian saja, sudah kesusahan malah dimanfaatkan,” katanya.

Meski begitu, ia meyakini itu hanya ulah segelintir oknum saja, yang membuka bengkel dadakan di tengah kondisi banjir.

“Bukan bengkel betulan itu, hanya oknum yang cari untung. Kasian saja, warga yang sudah kesulitan ditambah bebannya,” sesal Iman. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya