Belum Lapor ke Polsek, Operasional Kapal Penyeberangan Tambahan Terhenti

Banjarmasin, KP – Operasional kapal penyeberangan tambahan yang baru didatangkan untuk mengurai antrian truk angkutan di kawasan Jalan Brigjen Hasan Basri, Kecamatan Banjarmasin Utara terpaksa dihentikan, Senin (25/01) siang.

Padahal Kapal LCT bernama Kembang Ranisa itu baru tiga kali menyeberangkan truk-truk dengan berbagai macam muatan dengan tujuan wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.

Saat dikonfirmasi pada pemilik Kapal, H Ranisa mengatakan, terhentinya jasa penyeberangan yang ia sediakan itu lantaran adanya petugas Bhabinkamtibmas yang bertugas dari Polsek Berangas yang datang ke lokasi penyeberangan.

“Baru saja di stop tadi oleh petugas kepolisian di sana, kalau tidak salah hitung baru tiga kali menyeberang,” ucapnya pada awak media melalui sambungan telepon.

Ia mengaku tidak mengetahui dengan jelas alasan mengapa jasa penyeberangan yang ia sediakan ini dihentikan oleh petugas.

“Kata petugas yang datang tadi belum lapor ke Polsek dan Pembakal (Kepala Desa) setempat. Jadi terpaksa kami hentikan kapal LCT yang baru datang tadi,” ujarnya.

Alhasil, penghentian tersebut hanya berdampak pada kapal LCT Kembang Ranisa. Sehingga kapal LCT Sama Berjuang yang volumenya lebih besar masih tetap beroperasi.

Dengan tidak diizinkannya kapal penyeberangan tambahan tersebut beroperasi. Otomatis antrian yang menjalar di kawasan kayu tangi akan bertambah.

Pasalnya, berdasarkan pantauan di lapangan sekitar pukul 11.30 WITA, antrian truk dengan berbagai macam muatan sudah memanjang mulai dari depan RSUD Ansari Saleh sampai depan gerbang utama Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Berita Lainnya
1 dari 3.239

Karenanya, pria dengan sapaan Rani itu mengaku terpaksa menghentikan kapal tambahan miliknya itu beroperasi. “Untuk sementara kita stop aja dulu, ikuti apa yang diinstruksikan aparat keamanan,” tutupnya

Sementara itu, Kapolsek Berangas, Ipda Iman Juana menerangkan, bahwa penghentian yang dilakukan oleh petugas Bhabinkamtibmas tersebut dikarenakan belum ada konfirmasi dari pemilik kapal kepada pihak kepolisian.

“Bukan tidak memberi izin beroperasi, tapi pemilik kapal cuma belum ada konfirmasi saja dari pemilik kapal. Takutnya itu kapal milik orang lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan pihaknya tidak akan menghalang-halangi proses penyeberangan yang dilakukan oleh kapal tersebut. Dengan catatan tidak ada komplain atau keberatan dari masyarakat sekitar.

“Kalau sudah ada konfirmasi ke kita, dan tujuannya demi kebaikan bersama seperti kapal LCT sebelumnya silahkan saja,” jelasnya.

Ia menekankan, bahwa pihaknya tidak mematok syarat khusus untuk bisa mengoperasikan kapal ferry penyeberangan untuk truk angkutan.

“Tidak ada syarat khusus, yang penting masyarakat di sekitar lokasi sana (Jalan Alalak Berangas) tidak keberatan. Kita hanya menunggu konfirmasi dari pemilik kapal,” imbuhnya.

Disamping itu, pihaknya juga membatasi waktu operasional penyeberangan, mulai dari pukul 08.00 WITA sampai dengan pukul 18.00 WITA.

“Maksimal sampai jam 6 sore paling tidak sampai jam 7 malam, langsung saya tutup kalau sudah sampai batas waktunya,” tegasnya

Keputusan tersebut merupakan hasil dari kesepakatan bersama antara pihak pemilik kapal dan warga sekitar dengan pertimbangan waktu istirahat warga.

“Apalagi di sana banyak warga yang sudah tua dan anak-anak yang perlu istirahat. Jadi kita batasi waktunya,” tandasnya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya