Bimbingan dan Konseling serta Problem di Masyarakat

Oleh : Rahmiyati, S.Pd
Pendidik

Secara garis besar problem manusia itu terdiri dari problem yang berhubungan dengan dirinya sendiri, problem yang berhubungan dengan orang lain, problem yang berhubungan dengan lingkungan dan problem yang berhubungan dengan Tuhan. Ketidakmampuan manusia dalam menyesuaikan diri menyebabkan manusia di timpa masalah.

Bimbingan konseling yang kegiatan pokoknya membantu seseorang yang ditimpa beban masalah pada aspek psikis. Bimbingan konseling yang sifatnya sosial membantu dengan ikhlas semua orang yang tanpa memandang status sosial, ekonomi, jabatan dan lain sebagainya. Pada intinya bimbingan dan konseling sangat diperlukan, karena masyarakat sekarang ini penuh dengan problem kehidupan. Setiap bidang dan asfek kehidupan manusia rentan terjadinya problem kehidupan, yang secara singkat problem adalah kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan.

Berita Lainnya

Kerling : Kelotok Laboratorium Keliling

1 dari 293

Adapun aspek problem manusia itu, antara lain : 1. Problem pribadi. Problem pribadi ini menyangkut masalah pribadi yang berasal dari dalam diri individu sendiri, artinya potensi masalah datang dari diri individu itu, misalnya rendah diri, stabilitas emosi, cara pandang, karakter diri dan kebiasaan, potensi dan kelemahan yang dimiliki individu, dan sedikit sekali dipengaruhinoleh faktor luar. problem pribadi muncul karena faktor intern individu; 2. Problem sosial. Problem sosial menyangkut ketidakmampuan adaptasi individu dengan orang lain terutama dengan teman sebayanya, sehingga orang lain kadar penghargaan dan perhatian orang lain sangat rendah pada diri individu bersangkutan. Problem sosial ini juga menyangkut peran orang lain dalam mempengaruhi populer dan terisolernya seseorang. Contoh problem sosial adalah kenakalan remaja, kemiskinan, pengangguran, dll. Dampaknya dapat terjadi perpecahan kelompok, prilaku menyimpang, serta meningkatnya kriminalitas; 3. Problem pendidikan. Pendidikan adalah kebutuhan primer yang harus dipenuhi, karena dengan pendidikan suatu negara bisa maju dan melahirkan generasi generasi yang cerdas. Namun banyak hal yang membuat pendidikan tidak bisa berkembang dan akhirnya menimbulkan berbagai masalah. Problem pendididkan ini terutama sekali pada asfek jurusan dan lembaga pendidikan yang dijalani. Pendidikan juga mengenai tentang pendidikan formal, non formal dan informal. Pada umumnya ada dua hal yang menyebabkan terjadinya problem pendidikan ini, yakni sempitnya pengetahuan individu tentang jurusan, lembaga pendidikan yang ditempuhnya dan pendidikan yang dijalani tidak sesuai dengan potensi individu bersangkutan; 4. Problem pekerjaan dan karier. Problem ini menyangkut terbatasnya lowongan kerja sehingga terjadi pengangguran. Apabila masalah pengangguran tidak dapat diatasi, maka akan muncul bahaya yang semakin hari semakin meluas dan berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat sekitar.

Problem karier bisa dialami orang yang sudah bekerja, di lingkungan pe3kerjaan akan mengalami persaingan-persaingan baik sesama rekan kerja maupun bukan rekan kerja, kesalahan penempatan juga akan menjadi problem bagi individu dalam mengerjakan aktivitasnya sehari-hari; 5. Problem agama. Problem ini menyangkut ketidakmampuan dalam menjalankan ajaran-ajaran agama dan tentang keyakinan seseorang terhadap agama yang di anut; 6. Problem ekonomi. Himpitan ekonomi yang semakin sulit teratasi, akan menimbulkan masalah masalah baru, kemiskinan, kemelaratan, dsb

Dengan berbagai problem yang terjadi di masyarakat, maka peran sebagai petugas bimbingan konseling mempunyai tanggung jawab dan kewajiban membantu masyarakat dalam menghadapi problem kehidupan. Kegiatan bimbingan konseling berfungsi mencegah, mengentaskan, menyalurkan, memberikan pemahaman dan pemeliharaan sehubungan dengan problem-problem kehidupan di masyarakat. Di lihat dari fungsinya pelaksanaan bimbingan konseling ditengah problem masyarakat akan membuat kehidupan masyarakat semakin harmonis dalam situasi yang kondusif, adapun fungsi-fungsi tersebut adalah : 1. Fungsi preventif/pencegahan. Yang berfungsi mencegah terjadinya problem atau masalah bagi individu. Dalam hal ini penyuluh atau petugas bimbingan konseling harus jeli melihat fenomena kehidupan di masyarakat, dan harus mengidentifikasi gejala yang kemungkinan besar individu tertimpa masalah tertentu; 2. Fungsi pengentasan. Bagi mereka yang sudah tertimpa masalah, bantuan yang bisa diberikan adalah pelaksanaan konseling baik secara individual maupun kelompok. Layanan konseling kelompok diberikan kepada mereka yang memiliki berbagai kesamaan, misalnya dari segi masalahnya, jenis kelamin, usia dan agamanya. Proses konseling di mulai dari analis, sintesis, diagnosis, konseling, dan follow-up; 3. Fungsi pemahaman. Proses bimbingan konseling berupaya membangun pemahaman kepada individu, hal-hal yang perlu dipahami yaitu diri sendiri, orang lain, keluarga dan masyarakat, serta lingkungan. Dengan pemahaman akan berakibat pada tumbuhnya kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan baik terhadap dirinya, orang lain dan lingkungan; 4. Fungsi penyaluran. Kegiatan bimbingan konseling melayani upaya-upaya penyaluran individu, baik menyalurkan pada asfek pendidikan maupun dalam hal menentukan bidang pekerjaan yang sesuai dengan potensinya; 5. Fungsi advokasi. Fungsi ini adalah upaya pembelaan dan perlindungan terhadap individu dalam mengembangkan dirinya secara optimal. Dengan skill, keilmuan, serta kode etik yang dimiliki petugas bimbingan konseling, maka semua fungsi-fungsi tersebut di atas menjadikan proses konseling berjalan efektif.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya