Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

INTERNET

×

INTERNET

Sebarkan artikel ini
Ahmad Barjie B
Ahmad Barjie B

Oleh : AHMAD BARJIE B

Di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini, banyak sekali media dan alat yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran. Ada belajar dengan membaca buku/kitab, majalah, surat kabar, mendengar siaran radio, menonton televisi yang bermanfaat dan sejenisnya.

Kalimantan Post

Salah satu alat atau media pembelajaran sekarang adalah komputer ditambah dengan handphone. Melalui komputer banyak sekali pekerjaan yang berkaitan dengan ilmu dan teknologi dapat dikerjakan secara efisien dan efektif, misalnya untuk pengetikan, pencarian data, penerjemahan, percetakan, penerbitan, statistika, tabulasi, akuntansi dan dokumentasi.

Pakar pendidikan Azhar Arsyad mengatakan, sekarang ini komputer memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam bidang pendidikan dan pelatihan. Komputer berperan sebagai manajer dalam proses pembelajaran yang dikenal dengan nama Computer Managed Instruction (CMI). Ada pula peran komputer sebagai pembantu tambahan dalam belajar; pemanfaatannya meliputi penyajian informasi isi materi pelajaran, pelatihan atau kedua-duanya. Modus ini dikenal sebagai Computer Assisted Instruction (CAI). CAI mendukung pengajaran dan pelatihan, akan tetapi bukan penyampai utama materi pelajaran. Komputer dapat menyajikan informasi dan tahapan pembelajaran lainnya yang disampaikan bukan dengan media komputer.

Guna memaksimalkan fungsi komputer sebagai media pembelajaran adalah dengan mengakses berbagai informasi keilmuan dan teknologi melalui internet. Internet sering disebut sebagai singkatan dari interconnected network, maksudnya internt merupakan sebuah jaringan yang sangat besar, terdiri dari jaringan-jaringan yang lebih kecil yang berjumlah sangat banyak. Setiap komputer yang tersambung ke internet adalah bagian dari satu jaringan. Komputer yang dimiliki seseorang akan dapat tersambung ke jaringan internet dengan menggunakan alat tertentu, biasa disebut modem, dan juga melalui sambungan satelit.

Pakar dakwah virtual Syarif Hidayatullah dan S Gunawan mengatakan, lahirnya internet pada tahun1983 dan berkembang pesat mulai tahun 1991 sejak diciptakannya teknologi World Wide Web (WWW) oleh Tim Berners-Lee dari CERN, organisasi Eropa untuk Penelitian Nuklir, telah banyak mengubah sisi kehidupan manusia. Tidak ada yang menyangkal bahwa teknologi internet merupakan terobosan peradaban. Teknologi internet telah diadopsi oleh seperempat populasi Amerika hanya dalam masa tujuh tahun sejak kehadirannya. Di Indonesia jumlah pengguna internet meningkat hampir 166 kali lipat dalam lima tahun, dari 512.000 pada tahun 1998 menjadi 8.080.534 pada tahun 2003. Diramalkan pengguna internet di Indonesia akan mencapai 12.000.000 pada akhir tahun 2004 yang lalu. Sekarang (2025) diperkirakan 100 juta lebih penduduk Indonesia telah memiliki komputer dan handphone.

Baca Juga :  PEMURAH TIDAK PEMARAH

Penggunaan internet pada mulanya dilakukan oleh dinas-dinas rahasia, para ahli dan ilmuwan, tetapi dalam perkembangannya kemudian banyak digunakan oleh para mahasiswa untuk menggali informasi dan tukar-menukar ilmu dan teknologi. Para mahasiswa Indonesia di luar negeri juga menggunakannya, dan pada gilirannya juga banyak dikenal dan digunakan kalangan mahasiswa dan pelajar di dalam negeri hingga sekarang. Saat ini internet sudah semakin memasyarakat, mengingat semakin banyak anggota masyarakat menegah ke atas yang memiliki komputer dan melengkapinya dengan fasilitas internet. Bagi yang tidak memiliki komputer dan fasilitas internet pun dapat mengakses ilmu dan informasi internet melalui warung-warung internet (warnet) dengan harga relatif terjangkau. Sekarang warnet boleh dikatakan sudah digeser oleh fasilitas internet yang ada di rumah-rumah.

Internet sebagaimana alat-alat bermuatan teknologi lainnya bersifat netral, dalam arti dapat digunakan untuk hal-hal yang positif dan negatif. Sisi negatif internet di antaranya dapat mengakses foto-foto yang bersifat pornografi dan pornoaksi serta menyebarkannya kepada orang lain, serta melakukan obrolan (chatting) yang tidak bermanfaat antara sesama pengguna internet (netter/netizen), menyebar berita hoaks dan sebagainya. Ini tergantung kepada netter itu sendiri mau menggunakan internet untuk hal-hal positif atau negatif. Tetapi manfaat internet untuk hal-hal positif jauh lebih besar, sebab di sini dapat dilakukan tukar menukar ilmu pengetahuan dan teknologi, menggali dan memperluas berbagai macam informasi dan ilmu pengetahuan dalam berbagai aspeknya.

Iklan
Iklan