Gas Melon Langka, Ekonomi Kerakyatan Terganggu

Banjarmasin, KP – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi berharap agar penerima manfaat subsidi gas elpiji 3 kg (melon) harus didata ulang agar bisa tepat sasaran dan memastikan yang menerima subsidi itu benar benar masyarakat miskin.

Saat ini kelangkaan gas bersubsidi ini sudah sangat meresahkan di Kabupaten Kotabaru saja harganya sudah menembus angka Rp50 ribu jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET), tentu nilai ini sudah tidak wajar meski praktinya jalur transportasi tentu jadi pertibangan misalnya distribusi melalui feri penyeberangan

” Harga 50 itu sudah tidak rasio dan jauh dari harga HET yang ditetapkan pemerintah karena gas bersubsidi ini hanya diperuntukan orang miskin saja,” ujar Yani Helmi kepada wartawan,  Rabu (24/02)

Persoalan sulitnya gas elpiji 3 kg ini didapat harus secepatnya diatasi, karena ini terus saja terjadi berulang ulang namun seakan tidak ada solusinya.

Berita Lainnya
1 dari 714

Oleh karena itu lanjut pria yang akrab disapa Paman Yani ini pendataan ulang ini penting sebagai salah bentuk upaya menyiasati mencarikan solusinya dalam hal ini tentu saja pihak Pertamina.

“Sebelum banjir kan gas ini pernah langka juga dan dampaknya harga meroket kasian rakyat kecil,” ujar politisi Partai Golkar.

Dampak lainnya adalah para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) usaha rumah tangga sangat terganggu karena mereka tidak bisa lagi bekerja menjalankan usahanya, artinya jelas orientasi pemulihan ekonomi yang digalakkan pemerintah jangan sampai terhambat hanya karena ketersediaan gas melon

“Ya kami ingin otoritas berwenang bisa mengatasi masalah ini agar ekonomi kerakyatan bisa lancar,” ujarnya. (lyn)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya