Hilangnya, Peta Sebaran Covid-19 Jadi Pertanyaan

Banjarmasin, KP – Baru-baru ini masyarakat Kota Banjarmasin dibingungkan dengan data sebaran kasus Covid-19 yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin.

Pasalnya, dalam rilis yang diposting di Instagram resmi Dinkes Banjarmasin dengan akun @dinkesbanjarmasinnews tersebut terdapat kejanggalan yang membuat masyarakat umum khususnya para awak media dalam memantau perkembangan kasus virus yang menginfeksi jaringan pernapasan manusia itu.

Hal yang membingungkan tersebut adalah informasi terkait data peta wilayah sebaran Covid-19 yang tiba-tiba saja menghilang.

Bila semula akun tersebut secara lengkap memaparkan kondisi wilayah beserta jumlah sebaran kasus Covid-19 di masing-masing wilayah, kini hal itu tak lagi terlihat.

Yang tersisa, hanya jumlah angka kasus. Baik yang terkonfirmasi positif Covid-19, angka kesembuhan, kematian, kasus aktif, isolasi mandiri dan isolasi di rumah sakit.

Namun, untuk informasi zonasi dan peta wilayah sebaran kasus Covid-19 di Kota Banjarmasin, tampak tak ditampilkan.

Hal ini, tentu menimbulkan kebingungan. Lantaran tak ada pemberitahuan sebelumnya terkait hilangnya peta atau zonasi sebaran wilayah terkait kasus Covid-19.

Di sisi lain, data yang memunculkan bahwa Kelurahan Pemurus Dalam, yang pada Selasa (16/2) Februari lalu diketahui berubah zona menjadi merah, kini datanya tak lagi ada.

Berita Lainnya
1 dari 3.215

Hal tersebut tentu menimbulkan banyak pertanyaan, seperti yang ditulis oleh salah satu warganet atau netizen di kolom komentar postingan tersebut.

“Peta sebaran kasus harian positif covi19 kota Banjarmasin per kelurahan kadada kah min? Biasanya ada di slide pertama,” tulis akun @hermaliansyah007.

Kemudian akun @fuad_zazg juga menuliskan pertanyaan yang sama. “Min, data per kelurahan gak ada kah? Seperti biasanya.. terus kenapa dihapus yang sudah di posting min?” Timpalnya.

Lalu ada lagi komentar netizen yang juga mengkritik atas hilangnya data sebaran kasus Covid-19 tersebut.

“Peta sebaran sudah kdd lagi, karena sudah banyak yang menuju merah lh? Kok komunikasi sense of crisis nya kaya gini? Ngapain ditutup2i? Katakanlah walau itu pahit tuk dikatakan, ketimbang menyembunyikan dan membuat masyarakat menganggap semuanya biasa saja dan positivity rate pun tetap diatas 20an persen, ups,” cetus akun @wargajelatah.

Terkait kesimpangsiuran data tersebut, awak media langsung mencoba mengkonfirmasi kepada Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Machli Riyadi. Namun, upaya itu tak kunjung mendapatkan jawaban.

Dari hasil pantauan Kalimantan Post. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi sekali. Sebelumnya, juga pernah terjadi hal serupa.

Namun ketika dikonfirmasi, Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan bahwa ada kekeliruan sehingga data yang diposting kemudian dihapus.

Namun untuk kasus kali ini, awak media sama sekali tidak menerima jawaban apapun dari petinggi SKPD yang bersangkutan. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya