Perayaan Imlek di Klenteng Tanpa Barongsai dan Angpao

Banjarmasin, KP – Perayaan Tahun Baru Imlek tahun 2021 bakal berbeda bila dibandingkan tahun sebelumnya. Pasalnya, atraksi barongsai dan pembagian angpao yang sudah menjadi tradisi di setiap klenteng dipastikan tidak akan digelar.

Hal itu terjadi lantaran pandemi Covid-19 yang masih melanda Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan ini, sehingga segala hal yang berpotensi membuat kerumunan massa menjadi terbatas.

Berdasarkan pantauan awak media, dua buah klenteng yang ada di Kota Banjarmasin terlihat masih tetap melakukan aktivitas sebagaimana biasanya, yakni menyiapkan segala keperluan untuk ibadah dalam menyambut perayaan Tahun Baru Imlek, Rabu (11/02) siang.

Chandra Halim, Pengelola Klenteng Kartaraharja mengatakan, bahwa pada Imlek tahun ini pihaknya meniadakan semua kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa.

“Atraksi barongsai dan bagi-bagi angpao serta sembahyang bersama kita tiadakan,” ucapnya saat ditemui awak media di sela aktivitasnya.

Ia mengaku, biasanya pengelola klenteng yang berlokasi di Jalan Niaga, Kecamatan Banjarmasin Tengah itu mengadakan sembahyang yang dimulai dari pukul 12 siang sampai 2 malam.

Namun, khusus di tahun ini, pihaknya memutuskan untuk membatasi aktivitas di klenteng termasuk sembahyang.”Malam ini (11/02) kita hanya membuka wakyu sembahyang sampai pukul 21.00 Wita saja,” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 3.239

Selain itu, pihaknya juga membatasi setiap umat yang masuk dan ingin melakukan ibadah dengan jumlah 20 orang.

“Bagi yang ingin pasang lilin dan berdoa masih dipersilahkan. Kita juga minta bantuan kepada Polsek untuk penjagaan klenteng,” pungkasnya.

Sementara itu, Pengurus di Klenteng Tri Dharma Soetji Nurani, Tiyono Hosien menjelaskan, tahun ini pihaknya bahkan tidak membuat suasana peringatan tahun baru Imlek seramai tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini, kami putuskan untuk tidak mengadakan perayaan yang menimbulkan keramaian. Karena masih dalam situasi pandemi,” bebernya.

Di tahun-tahun sebelumnya, pada perayaan Imlek, klenteng yang berlokasi di Jalan Piere Tendean, Kecamatan Banjarmasin Tengah ini kerap menggelar atraksi Barongsai. Sehingga menyita banyak perhatian warga untuk datang dan menyaksikannya.

“Kegiatan seperti itu terpaksa kita tiadakan. Kita berharap masyarakat bisa memaklumi kondisi ini,” tukasnya.

Meski demikian, pada malam puncak perayaan Imlek, pihaknya tetap mempersilakan masyarakat Tionghoa untuk melakukan sembahyang di kelenteng. Dengan catatan, dengan selalu menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Untuk kegiatan ibadah, silakan. Terutama pada puncak peringatan Imlek, tanggal 12 Februari nanti,” tutupnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya