Pertamina Pastikan Stok LPG di Kalsel Aman □ Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying

Banjarmasin, KP – Menghadapi kondisi pasca banjir di Kalimantan Selatan, Pertamina melakukan upaya optimal untuk memastikan kebutuhan masyarakat akan LPG dapat terpenuhi.

Kondisi infrastruktur yang masih rusak dan tidak bisa dilalui, terutama Jalan Gubernur Sarkawi yang menjadi jalan utama tangki LPG SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji) dari Depot Mini LPG, menyebabkan adanya keterlambatan penyaluran hingga dua kali lebih lama daripada penyaluran dalam kondisi normal.

Freddy Anwar, Executive General Manager Regional Kalimantan memastikan bahwa stok LPG di Kalimantan Selatan sangat aman, namun memang kondisi infratrukstur yang rusak parah pasca banjir menyebabkan Pertamina tidak bisa menyalurkan melalui jalur seperti biasa.

“Kami menggunakan moda jalur sungai dengan menggunakan LCT (Landing Craft Tank) sebanyak dua unit sebagai alternatif untuk membawa tangki LPG dari Depot Mini LPG menuju SPBE yang ada di wilayah Kalsel selain bagian utara. Sedangkan untuk Kalsel bagian utara Tanki LPG melaju melalui Jalan Matraman yang sudah bisa dilintasi walau masih terkendala macet,” ujarnya melalui siaran rilis Pertamina.

Mulai (17/1) hingga (21/2), total 258 unit tangki LPG yang sudah diangkut menggunakan LCT dengan total sebanyak 3.354 Metrik Ton. Sedangkan, sejak bulan Januari hingga 21 Februari sudah sebanyak 4.154.080 Tabung disalurkan kepada 98 agen LPG dan 3.876 pangkalan.

“Biaya sewa LCT ditanggung oleh Pertamina sepenuhnya. Menghadapi kondisi seperti ini, kami akan selalu cari jalan keluar agar masyarakat tidak sulit mendapatkan LPG. Namun, kami selalu imbau agar masyarakat membeli di pangkalan resmi Pertamina bukan ke pengecer. Di pangkalan, harga sesuai dengan HET yang ditetapkan oleh pemda setempat dan jelas kualitasnya. Kemudian, masyarakat juga tidak perlu melakukan panic buying,” Tambah Freddy.

Berita Lainnya
1 dari 653

Upaya lainnya yaitu dengan penambahan jumlah armada tangki LPG untuk mempercepat penyaluran ke SPBE. Armada tambahan tersebut didatangkan dari Kalimantan Tengah.

Tidak hanya itu, waktu operasional SPBE ditambah dengan tetap beroperasi pada hari Minggu untuk mengawal ketat bahwa LPG dapat disalurkan dengan cepat.

Lebih lanjut, Freddy menjelaskan langkah melakukan operasi pasar di seluruh kelurahan di Kalimantan Selatan juga telah dilakukan bekerjasama dengan Disperindag setempat terutama pada kondisi banjir kemarin.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah yang telah mengawal penyaluran LPG sejak bencana banjir terjadi hingga saat ini. Aparat dan TNI yang membantu proses distribusi ke wilayah-wilayah yang tidak dapat dilalui melalui darat,” jelasnya.

Dari sisi tata kelola distribusi di masyarakat, sejak tahun 2020, Pemerintah Kota Banjarmasin telah mengimplementasikan kartu kendali untuk memastikan masyarakat yang berhak mendapatkan produk subsidi tersebut.

Sejauh ini pelaksanaan kartu kendali sangat efektif, namun perbaikan di beberapa hal perlu dilakukan berdasar evaluasi bersama agar lebih maksimal. Pertamina dan pemkot Banjarmasin terus berkomunikasi agar dapat berjalan dengan lebih baik lagi.

“Kami berharap kartu kendali ini dapat diimplementasikan di semua daerah agar LPG 3 kg benar-benar tepat sasaran.” harap Freddy. (opq/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya