Aquaponik Pemenuhan Kebutuhan Keluarga sekali Kerja

Oleh : Nida’ Farah Abiyya
Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji
Prodi Manajemen Sumberdaya Perairan

Aquaponik dapat dijadikan salah satu alternatif menanam tanaman dan memelihara ikan sekaligus dalam satu wadah yang telah dimodifikasi. Pada aquaponik tanaman mendapatkan unsur hara yang dibutuhkannya dari kotoran ikan yang bila dibiarkan di dalam kolam akan menjadi racun bagi ikan tersebut. Tanaman akan berfungsi sebagai filter vegetasi yang nantinya akan mengurai zat racun tersebut menjadi zat yang tidak berbahaya bagi ikan. Tanaman juga berfungsi sebagai penyuplai oksigen pada air yang digunakan untuk memelihara ikan. Pada proses Aquaponik akan terjadi simbiosis mutualisme antara ikan dan tanaman. Ikan adalah kunci dalam system aquaponik sebagai penyedia nutrisi bagi tanaman. Ikan adalah kunci dalam sistem aquaponik. Ikan menyediakan nutrisi bagi tanaman. Ada berbagai jenis ikan yang dapat digunakan dalam sistem aquaponik. Jenis ikan ini tergantung pada iklim lokal dan jenis yang tersedia di pasaran, tetapi yang paling saring digunakan yaitu ikan nila.

Perkembangan pesat di perkotaan untuk industri dan perumahan berdampak pada berkurangnya lahan pertanian yang tersedia. Maraknya pembangunan perekonomian dan pemukiman di perkotaan, membuat bergesernya alih fungsi lahan yang ada di perkotaan. Lahan-lahan yang awalnya digunakan sebagai lahan pertanian, berubah fungsi menjadi pemukiman penduduk atau untuk kegiatan industri.

Semakin menyempitnya lahan kosong di perkotaan yang bisa dimanfaatkan, maka pemanfaatan pekarangan menjadi salah satu opsi yang bisa dipilih guna mendukung pembangunan pertanian di perkotaan. Pemanfaatan pekarangan merupakan salah satu usaha mencapai ketahanan pangan masyarakat yang dimulai dari skala terkecil, yaitu skala rumah tangga. Pemanfaatan pekarangan dengan penggunaan teknologi budidaya tanaman dengan metode  aquaponik menjadi alternatif mencapai ketahanan pangan tersebut.

Pada penggunaan tehnologi budidaya dengan sistem aquaponik ini kotoran ikan dimanfaatkan sebagai sumber pupuk organik bagi pertumbuhan tanaman penyerta. Yang pastinya hasil dari produk ini adalah produk organik sebab hanya memakai pupuk dari kotoran ikan yang telah melewati proses biologis. Adapun hasil yang diperoleh dua produk sekaligus, yaitu ikan sebagai sumber protein dan sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral bagi manusia.

Dengan sistem aquaponik didapatkan hasil berupa sayuran segar dan ikan sebagai sumber protein pada daerah-daerah kering dan lahan terbatas. Penggunaan sistem Aquaponik ini bersifat berkesinambungan dengan perpaduan tanaman dan ikan sebagai siklus nutrien. Selain memiliki nilai ekonomis, aquaponik telah menjadi tempat pembelajaran bagi masyarakat maupun siswa-siswa kejuruan perikanan tentang biosistem terpadu.

Hasil tanaman organik yang dapat diambil hasilnya sepuluh kali lipat lebih banyak dari pada menanam dengan cara biasa. Dengan aquaponik tanaman dapat ditanam dengan kerapatan tinggi dan dengan sistem terapung di atas air, dimana setiap akar tanaman selalu mendapat pasokan air yang kaya akan zat hara. Cara pemeliharaannya pun mudah, tidak membutuhkan penyiangan, terbebas dari hama tanah dan tidak diperlukan penyiraman. Bila pertumbuhannya, baik tanaman akan tumbuh lebih cepat.

Berita Lainnya

Alasan di Balik Kebijakan Larangan Mudik

Bom Makassar, Bukan Ajaran Islam

1 dari 230

Alat yang diperlukan untuk membuat sistem Aquaponik ini tidak memerlukan alat yang mahal. Kita dapat menggunakan barang-barang yang ada di sekitar kita. Alat yang digunakan dalam budidaya aquaponik seperti pompa aquarium, gabus filter bekas, paralon, sumbu kompor, botol/gelas bekas air mineral dan sekam/batu.

Langkah-langkah pembuatan sistem budidaya aquaponik diawali dengan menyiapkan kolam yang telah disi dengan ikan. Kolam dapat dibuat dari wadah plastik atau akrilik. Dapat pula menggunakan ember besar.

Untuk menaruh tanaman, digunakan pipa paralon yang dilubangi diatasnya sesuai dengan ukuran wadah tanaman. Pada ujung paralon dibuat lubang kecil sebagai tempat untuk mengalirkan air ke kolam ikan. Lubang tempat mengalirnya air tersebut dibuat agak ke tengah paralon sehingga air masih tetap ada di dalam paralon agar tanaman tidak layu.

Selanjutnya adalah membuat penyemaian. Benih disemai pada tray atau wadah semai. Gunakan benih yang tingkat germinasinya di atas 80 persen. Media semai yang baik dan umum digunakan adalah rockwool. Rockwool sangat praktis karena memiliki daya serap air yang tinggi dan steril, tetapi karena rockwool masih sulit didapatkan bisa diganti dengan gabus filter aquarium atau spon. Jika bibit telah cukup umur dan tumbuh baik, pindahkan bibit ke media tanam.

Wadah tanaman dapat menggunakan pot/gelas khusus untuk tanaman hidroponik, atau membuat pot dari botol plastik bekas dengan memberi sumbu kompor atau kain resapan di bawah pot sebagai alat untuk resapan airnya. Jika benih tanaman sudah mulai tumbuh, atau sudah mempunyai dua daun maka tanaman sudah bisa dipindahkan ke paralon yang dibuat  Untuk media tanamnya bisa digunakan gabus filter bekas aquarium ataupun sekam.

Setelah tanaman dimasukkan ke dalam paralon, pada kolam dipasangkan pompa aquarium, dimana selang dari pompa aquarium tersebut dimasukkan ke dalam paralon sehingga air dari kolam ikan mengalir ke dalam paralon dan kembali ke kolam ikan lagi. Bila pertumbuhannya baik, tanaman dapat dipanen dalam satu bulan, sedangkan ikan nila dapat dipanen dalam waktu 5-6 bulan.

Aquaponik sederhana dapat menggunakan ember ukuran besar bertutup. Tutup ember dibolongi seukuran gelas plastik atau wadah yang digunakan sebagai tempat menanam tanaman. Pada ember diberi keran agar air dapat dibuang dan diganti dengan air baru. Aquaponik sederhana ini tidak perlu pompa listrik karena akar langsung terapung di atas air.

Aquaponik sederhana seperti itu dapat dijadikan sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan bagi masyarakat skala rumahan. Masyarakat dapat memenuhi kebutuhan protein ikan dan sayur sekaligus. Ketahanan pangan masyarakat kuat, Negara kuat.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya